Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, Teddy Arifianto, mengatakan angka kerugian tersebut sedang dibahas dengan Biznet, di mana JD.ID merupakan penyewa layanan data center yang dimiliki Biznet.
"Ya, kita lagi (hitung kompensasinya). Tim kita lagi nego sama Biznet, karena mau dihitung potensial loss. Ini kan bukan (cuma) matinya listrik. Kalau listrik itu nyala, beres. Tapi server kan lama," ujar Teddy di Jakarta, Kamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kecewa, ya iyalah kecewa. Mau gimana, namanya musibah. Pasti (kerugiannya besar) karena transaksi pada sore itu lumayan, tapi ya mau gimana. Kita belum tahu angka pasti kerugiannya berapa," kata Teddy.
Meski demikian, JD.id tidak mau langsung menyalahkan Biznet sebagai pemilik data center yang kemarin bermasalah. Untuk itu, pihaknya berdiskusi untuk mengetahui akar permasalahan dan bagaimana cara menanggulanginya ke depannya.
"Kita diskusikan. Kita gak bis bilang 'lu salah'. Kita mesti tahu kenapa mereka bisa seperti itu," pungkasnya.
(yud/yud)