Minggu, 12 Feb 2017 17:50 WIB

Demi UKM Lokal, Pemda Lampung Timur Siapkan Mall Online

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Foto: Muhammad Ridho Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui perdagangan elektronik atau yang kita kenal dengan nama e-commerce tak hanya digenjot pemerintah pusat. Pemerintah daerah seperti Lampung Timur pun punya tujuan yang sama.

Ditemui detikINET saat berkunjung ke kantor Detikcom, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengaku telah menyiapkan sebuah lapak e-commerce untuk UKM di Lampung Timur. Situs yang beralamat di pasarlamtim.com ini menjajakan hasil kerajinan UKM di Lampung Timur secara online.

Seperti diketahui, perkembangan teknologi yang maju tak hanya mengubah cara berkomunikasi masyarakat, tapi juga metode perdagangan itu sendiri. Beberapa UKM kini telah memanfaatkan internet untuk memasarkan dagangannya secara online.

"Ini semacam mall/pasar online. Semua produk yang diproduksi di Lampung Timur itu kami akan jual di sana, online. Tapi memang pengembangannya masih bertahap," tutur Chusnunia ketika mengunjungi kantor Detikcom pekan ini.

Adapun barang yang diperjual belikan saat ini masih bersifat barang kerajinan. Namun, rencananya pemerintah akan memasarkan barang dagangan lain yang dihasilkan oleh warganya. "Kami mulai dari UKM, tapi nanti semua hal termasuk produksi pertanian bisa dijual di sini. Seperti misalnya produksi massal pepaya dan lain-lain," terangnya.

Untuk bisa menjadi bagian dari e-commerce Pasar Lamtim ini, UKM bisa mendaftar langsung. Untuk sistem pembayarannya sendiri, semua transaksi akan ditampung terlebih dahulu di Rumah Kreatif (semacam rekening bersama), baru kemudian uang akan disalurkan melalui transfer bank.

"Semua pembiyaan dijamin oleh KUR (Kredit Usaha Rakyat). Kalau ada kekurangan modal dan sebagainya," tambah wanita berhijab ini.

Diakui Chusnunia, kebanyakan UKM di Lampung Timur memang belum terbiasa dengan penerapan e-commerce ini. Namun, hal ini harus dilakukan demi mengikuti perkembangan teknologi yang sudah maju.

"Mereka masih cukup gagap, karena memang belum terbiasa. Tapi hari ini memang kita harus membiasakan diri. Kalau tidak, semua masih serba tradisional, ketinggalan lah kita," pungkasnya. (mag/asj)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed