Perlukah Beralih ke Cloud?

Perlukah Beralih ke Cloud?

ADVERTISEMENT

Kolom Telematika

Perlukah Beralih ke Cloud?

Penulis: Fetra Syahbana - detikInet
Sabtu, 28 Jan 2017 14:11 WIB
Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta - Dalam migrasi cloud, ada sejumlah tantangan. Mulai dari menentukan beban kerja yang cocok, kurangnya kontrol dan visibilitas, serta keamanan aplikasi yang ditawarkan. Masih perlukah untuk migrasi?

Pertanyaan itu nanti akan dijawab tuntas. Namun, sebelum ke pokok permasalahan soal perlu tidaknya para perusahaan bermigrasi ke cloud, simak dulu penjelasan awalnya.

Seperti diketahui, bisnis aplikasi telah tumbuh dengan cepatnya di Asia. Namun, aplikasi yang tak mampu memberikan pengalaman positif kepada pengguna, berisiko kehilangan sepertiga dari pelanggan mereka.

Menyadari potensi sekaligus risiko ini, F5 melihat adanya ketergantungan organisasi atau perusahaan di Asia terhadap sekitar 200 aplikasi untuk melakukan penyederhanaan dan peningkatkan efisiensi.

Mulai dari produktivitas perusahaan, penggunaan IT, hingga pengelolaan rantai pasokan (supply chain). Jumlah aplikasi ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin populernya tempat kerja digital (digital workplaces).

Kini, semakin banyak karyawan menginginkan kebebasan dalam memilih aplikasi dan proses untuk menjaga intensitas kerjanya yang tinggi di perusahaan, kapan saja, di mana saja, dan dengan perangkat apa saja.

Dengan beragamnya situasi ekonomi di masing-masing negara, termasuk kematangan teknologi yang terpolarisasi antara negara maju, misalnya Singapura, dan negara berkembang seperti Myanmar, ada satu kesamaan teknologi yang mencuat di Asia, yaitu tren perangkat mobile.

Pertumbuhan masif perangkat mobile di seluruh negara Asia mendorong terjadinya peningkatan permintaan terhadap aplikasi dan menciptakan medan persaingan yang semakin berimbang di lingkungan bisnis yang semakin terpusat pada aplikasi ini.

Dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap aplikasi, meningkat pula beban yang harus ditanggung departemen IT untuk dapat mengimplementasikan aplikasi lebih cepat, yang pada akhirnya membuat infrastruktur IT menjadi kian kompleks.

Yang lebih mengkhawatirkan, jumlah serangan berbahaya juga mengalami peningkatan. Oleh karena itu, perusahaan/organisasi membutuhkan solusi yang dapat membantu mereka dalam mengimplementasikan, meningkatkan, dan mengelola pertumbuhan aplikasi secara cepat dan aman, sekaligus menciptakan pengalaman yang mulus antara aplikasi dan pengguna.

Proyeksi Bisnis di Asia

Saat ini, percepatan menuju cloud mulai terwujud karena para CIO sudah memprioritaskan pemindahan aplikasi-aplikasi bisnis penting, seperti ERP dan HR, ke cloud.

Cloud mengubah cara perusahaan mengimplementasikan dan mengelola aplikasi, dengan meningkatkan kelincahan, otomatisasi proses dan mempercepat hadirnya layanan di pasar dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh infrastruktur IT tradisional.

Poin-poin utamanya:

- Fleksibilitas: Cloud memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menaikkan atau menurunkan kapasitas cloud sesuai permintaan. Tingkat elastisitas ini memungkinkan perusahaan untuk menjadi lebih lincah dan berpeforma tinggi.

- Peningkatan mobilitas: Aplikasi tersedia untuk karyawan kapan saja dan di mana saja. Karyawan bisa mengakses aplikasi dari smartphone dan tablet - melayani kebutuhan pengguna yang semakin melek dengan perangkat mobile.

- Penghematan biaya: Karena perusahaan tidak perlu membeli peralatan dan mengoperasikan data center, biaya perangkat keras, fasilitas, dan aspek operasional lainnya juga bisa ditekan. Cloud memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan efektivitas IT.

Perlukah Beralih?

Perusahaan-perusahaan di Asia masih harus waspada. Dari survei F5 Networks terungkap, pasar Asia Pasifik masih tertinggal dari pasar lainnya di dunia terkait pemanfaatan cloud untuk pengembangan aplikasi dan operasional.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan di Asia tetap enggan untuk mengimplementasikan proyek-proyek cloud yang sangat penting dan proyek-proyek terkait produksi, serta hanya mengimplementasikan aplikasi-aplikasi tidak terlalu penting dengan risiko rendah seperti email, kolaborasi dan situs web.

Tantangan-tantangan yang ada dalam migrasi cloud, seperti menentukan beban kerja yang cocok untuk cloud, kurangnya kontrol dan visibilitas, kemampuan penyediaan dan keamanan aplikasi yang ditawarkan penyedia cloud, serta kemungkinan untuk menulis ulang seluruh aplikasi Anda untuk memanfaatkan berbagai kemampuan yang disediakan oleh penyedia cloud, dapat membuat perusahaan berhenti sejenak, bahkan perusahaan-perusahaan yang secara digital paling matang sekalipun.

Di Asia Pasifik khususnya, integrasi antara teknologi cloud provider dan sistem di perusahaan (on-premise system) menjadi kunci utama dalam pertimbangan untuk mengadopsi sebuah layanan.

Sebagai solusi atas kendala ini, perusahaan-perusahaan membutuhkan jasa pengiriman aplikasi canggih dan dapat diprogram (programmable) yang mencakup data center dan penyedia cloud, serta menyediakan fleksibilitas bisnis yang memungkinkan proses migrasi cloud berjalan lancar dan sukses.

Perusahaan-perusahaan membutuhkan sebuah platform terpadu yang memungkinkan mereka mengirimkan dan mengelola layanan aplikasi secara konsisten dalam lingkungan aplikasi berbeda, baik untuk aplikasi yang ada maupun aplikasi baru yang sudah tersimpan di cloud.

Perusahaan-perusahaan tidak bisa mengabaikan tren cloud begitu saja. Apa yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa perjalanan mereka menuju cloud berlangsung dengan aman dan sukses, termasuk memastikan bahwa layanan pengiriman aplikasi yang mereka pilih menyediakan tiga pertimbangan utama untuk setiap aplikasi, terlepas dari model implementasinya:

1. Ketersediaan - Khusus untuk beban kerja aplikasi krusial, perusahaan harus memastikan bahwa layanan pengiriman aplikasi bisa menjamin tersedianya aplikasi dalam lingkungan-lingkungan yang berbeda.

2. Performa - Dengan meningkatnya urgensi penyediaan konten sesuai permintaan untuk berbagai perangkat, pengiriman aplikasi juga harus dioptimalkan, terlepas dari model implemetasi, dalam rangka peningkatan pengalaman pengguna.

3. Keamanan - Meningkatnya frekuensi serangan dan kerentanan yang dialami perusahaan mendorong kebutuhan keamanan sebagai salah satu layanan aplikasi inti yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan aplikasi dan bisnis saat ini.

Bayangkan pengembang aplikasi dan IT bekerjasama mengembangkan dan meluncurkan aplikasi secara cepat di cloud guna membantu menaikkan skala bisnis dari ratusan ke jutaan pelanggan. Semuanya dengan keandalan, keamanan dan kontrol setara implementasi data center tradisional.


*) Penulis, Fetra Syahbana, saat ini bekerja sebagai Country Manager, F5 Networks Indonesia. (rou/yud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT