BERITA TERBARU
Jumat, 27 Jan 2017 15:40 WIB

Ramai-ramai Serbu Proyek e-Katalog LKPP

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Hasan Al Habshy Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Sejauh ini tercatat sudah ada delapan e-commerce yang menyerbu proyek e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Para e-commerce itu adalah Krisbow.com, Mbiz.com, Officestore.co.id, Bhinneka.com, Ayooklik.com, Anugerahpratama.com, dan yang terakhir AXIQoe.com.

Hal itu terungkap dalam keterangan yang dilansir Astragraphia Xprins, penyedia layanan e-commerce AXIQoe.com yang menyasar pasar business-to-business (B2B), Jumat (27/1/2017).

"AXIQoe.com ikut menjadi bagian dari program pemerintah sebagai salah satu penyedia online shop dan secara aktif terus melakukan sosialisasi pengadaaan barang pemerintah melalui e-Katalog LKPP," ucap Sahat Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins.

e-Katalog sendiri diklaim menjadi instrumen baru dalam menciptakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang terbuka (transparan) dan efisien. Tak hanya itu, melalui e-Katalog, pembelian barang dan jasa juga bisa dilakukan secara cepat dan mudah.

Sahat memaparkan, perusahaan berkomitmen mendukung implementasi e-Katalog LKPP dengan menjamin akuntabilitas perusahaan serta membantu upaya pemerintah untuk mengefisiensikan pengeluaran rutin pemerintah.

"Kami bukan saja dapat memuaskan pelanggan, tapi lebih dari itu bersama pemerintah ikut mendorong terciptanya era crowd control di masyarakat, karena harga dan spesifikasi produk dan added value yang kami tawarkan dapat diakses dan dipantau dengan mudah oleh publik," lanjutnya.

Kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan, kerja sama dengan e-commerce secara business to goverment (B2G) dalam sistem e-Katalog bisa mempercepat katalogisasi produk/jasa yang akan dibeli oleh pemerintah.

"Melalui e-Katalog, pemerintah dapat memangkas waktu dan biaya belanja, karena pembelian dilakukan secara langsung dan harga yang tercantum adalah harga yang terbaik dan sudah diverifikasi. Meskipun terdapat selisih harga untuk beberapa produk yang sejenis, pemerintah tidak lagi diharuskan untuk memilih yang termurah selama produk tersebut telah tersedia di e-Katalog," tuturnya.

Selain itu, e-Katalog akan menjadi instrumen baru dalam menciptakan keterbukaan dan persaingan bisnis yang sehat. Sebab informasi harga menjadi lebih terbuka, apalagi di tengah menjamurnya bisnis e-commerce di Indonesia.

Industri e-commerce sendiri tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 lalu menunjukkan, jumlah e-commerce di Indonesia telah mencapai 26,2 juta atau tumbuh 17% dalam 10 tahun. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Organda Protes Tarif Murah Ojek Online

    Organda Protes Tarif Murah Ojek Online

    Sabtu, 25 Mar 2017 19:19 WIB
    Alasan umum masyarakat memilih menggunakan ojek online adalah tarif yang terbilang cukup murah. Lantas, bagaimana Organda menyikapinya?
  • Terima SMS Tak Bisa Lagi Lewat Hangouts

    Terima SMS Tak Bisa Lagi Lewat Hangouts

    Sabtu, 25 Mar 2017 16:46 WIB
    Selain dipakai untuk mengirim dan menerima pesan instan melalui akun Google Talk, aplikasi Hangouts tadinya juga bisa dipakai untuk menerima pesan SMS.
  • Nokia Siap Serbu 120 Negara

    Nokia Siap Serbu 120 Negara

    Sabtu, 25 Mar 2017 14:45 WIB
    Baru bangkit tak menghentikan Nokia menginvasi pasar dunia. Merek asal Finlandia ini disebut bakal hadir di lebih dari seratus negara di dunia.