Hal ini dikatakan oleh CEO BlackBerry John Chen dalam pertemuan tahunan perusahaan asal Kanada tersebut. "Bisnis perangkat harus menghasilkan keuntungan, karena kami tak mau menjalankan bisnis yang ujung-ujungnya akan menarik kami ke jurang," ujar Chen.
Sebelumnya Chen juga pernah mengultimatum, yang menyebutkan kelangsungan hidup bisnis perangkat tersebut akan ditentukan pada September mendatang. Ultimatum itu dikeluarkan setelah bisnis perangkat BlackBerry mengalami penurunan penjualan secara terus menerus pada beberapa kuartal terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku sendiri tak percaya kalau handset akan menjadi masa depan dari perusahaan mana pun," tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (24/6/2016).
BlackBerry dulu pernah menjadi pemimpin pasar, sebelum posisinya diambil oleh Apple dan banyak kompetitor lainnya dengan perangkat berbasis Android. Sejak itulah BlackBerry berusaha mengubah fokusnya sebagai penyedia software dan layanan manajemen perangkat.
(asj/rou)