Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Lepas Nokia, Microsoft PHK Ribuan Karyawan

Lepas Nokia, Microsoft PHK Ribuan Karyawan


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: detikINET/Rachmatunnisa
Jakarta - Lepasnya Nokia dari Microsoft tidak serta merta membuat perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu langsung bernapas lega. Pasalnya, Microsoft harus dihadapkan dengan sejumlah pekerjaan rumah yang menanti, termasuk menghentikan ribuan karyawan akibat imbas dari penjualan Nokia.

Masalah demi masalah memang sudah hinggap manakala Microsoft mengakuisisi Nokia senilai USD 7,2 juta di tahun 2014. Tak lama setelah akuisisi rampung, Microsoft dilaporkan melakukan perampingan sebanyak 7.800 karyawan.

Kini, setelah Nokia dilepas ke FIH Mobile yang merupakan subsidiary dari manufaktur elektronik terbesar dunia, Foxconn, Microsoft dilaporkan akan merumahkan sekitar 1.350 karyawan di Finlandia dan 500 karyawan globalnya. Karyawan-karyawan tersebut merupakan pekerja yang berada di divisi mobile Microsoft, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (26/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Microsoft berencana untuk menyelesaikan pemberhentian masa kerja karyawannya sampai akhir tahun 2016. Meski melakukan PHK masal, ada beberapa karyawan yang dipertahankan, seperti misalnya di bagian riset dan pengembangan serta karyawan subsidiary divisi penjualan Microsoft di Finlandia.

Microsoft sendiri awalnya memperkerjakan sekitar 25.000 karyawan Nokia yang memang merupakan bagian dari kesepakatan akuisisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nokia memberikan lisensi mereknya pada perusahaan bernama HMD asal Finlandia. HMD ini yang akan bertanggung jawab untuk membuat dan mengedarkan ponsel dan tablet merek Nokia, bekerja sama dengan FIH Mobile Limited yang adalah anak perusahaan Foxconn.

Dan dalam pernyataannya, ponsel dan tablet Nokia nanti akan memakai sistem operasi terpopuler saat ini, Android. Sebelumnya, Nokia memutuskan memakai Windows Phone yang berujung pada kegagalan dan membuat divisi ponselnya diakuisisi Microsoft. (mag/ash)
TAGS







Hide Ads
LIVE