Dilansir Business Insider, Rabu (2/3/2016), Instagram mengumumkan telah melampaui 200 ribu pengiklan dalam kurun waktu lima bulan sejak menyediakan platform self-serve ad secara global.
Namun angka tersebut masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan perusahaan yang menaunginya, Facebook, yang memiliki 2,5 juta pengiklan aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui bahwa Twitter sudah punya 60 ribu pengiklan pada akhir 2014, pertambahan yang dicapai situs mikroblogging ini tidak secepat Instagram. Ini memperlihatkan Instagram lebih pintar menarik minta pengiklan baru.
Kurang menariknya Twitter bagi para pengiklan hanya salah satu dari sekian masalah performa situs 140 karakter tersebut. Dalam laporan keuangan Q4 2015, terungkap bahwa jumlah pengguna Twitter tetap stagnan dibanding kuartal sebelumnya. Alias tidak ada peningkatan.
Dalam kuartal tersebut Twitter menyebut bahwa pengunjung bulanan jejaring mereka berkisar di angka 320 juta, sama persis dengan yang mereka laporkan pada Q3 2015.
Jumlah tersebut memang meningkat sebanyak 9% dibanding tahun 2014, namun terbilang sangat lambat. Hal ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil CEO Twitter Jack Dorsey belum bisa menarik jumlah pengguna baru.
Karenanya, Twitter berupaya melakukan langkah-langkah tambahan, termasuk meluncurkan perubahan di timeline Twitter. Twitter juga meminta para investornya untuk tak mengharapkan hasil yang instan. (rns/fyk)