Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gagal Caplok Link Net, XL Bidik Target Baru

Gagal Caplok Link Net, XL Bidik Target Baru


Ardhi Suryadhi - detikInet

Dian Siswarini (Foto: detikcom/Ardhi Suryadhi)
Belitung - Kegagalan XL Axiata membeli saham Link Net membuat operator seluler ini masih belum mampu terjun ke bisnis Fiber To The Home (FTTH).

Padahal dikatakan Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, layanan FTTH ke depannya memiliki nilai jual yang signifikan bagi operator untuk masuk ke bisnis quad play sekaligus menyambut era konvergensi.

"Kompetisi di industri telekomunikasi itu gabungan mobile dan fixed network. Dan XL akan ikut berada di sana," ujar Dian di sela media gathering XL di Belitung, 17-19 Februari 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya tahun lalu kita ada kesempatan ke sana (lewat akuisisi saham Link Net-red.), tapi sayang tendernya gak jadi. Intinya we'll going there. Tapi dengan Link Net gak jadi," imbuhnya.

Nah, setelah kegagalan membeli Link Net tersebut, XL mulai bergerilya mencari bidikan baru pemain FTTH untuk diakuisisi untuk melengkapi portofolio bisnisnya.

"Kita pdkt yang lain. Kasih tahu dong yang bisa kita pdkt," goda Dian.

Sebelumnya, sejak pertengahan tahun 2015 lalu, desas-desus tentang rencana divestasi saham Link Net, anak usaha First Media (KBLV), mengalir deras. First Media sebagai induk konon telah menawarkan Link Net ke sejumlah pihak melalui bank.

Dari pemberitaan di media dikatakan bahwa First Media yang berada di bawah naungan Lippo Grup dikabarkan menawarkan harga cukup premium terhadap penjualan saham Link Net. Kabarnya, Lippo membuka harga penjualan sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.

Saat itu, selain XL nama lain yang juga tertarik konon adalah Indosat dan MNC Grup. Bahkan katanya telah melakukan negosiasi harga. Meski menjajaki beberapa investor strategis, MNC digadang-gadang menjadi calon pembeli terkuat karena punya dana kas yang besar. Namun seiring berjalannya waktu, aksi korporasi ini ditunda karena situasi ekonomi belum kondusif. (ash/rns)
TAGS





Hide Ads