BERITA TERBARU
Jumat, 05 Feb 2016 13:15 WIB

Inikah Senjakala Toshiba?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Toshiba termasuk nama besar di jagat teknologi. Sayang belakangan, berbagai faktor membuat perusahaan asal Jepang itu tidak lagi berkibar seperti dulu.

Toshiba baru saja mengumumkan kabar buruk, bahwa mereka memperkirakan akan mencatat kerugian terbesar dalam sejarahnya. Dikutip detikINET dari Reuters, mereka memprediksi rugi sebesar USD 6 miliar atau sekitar Rp 81,5 triliun.

Faktor besar terpuruknya Toshiba di antaranya skandal akuntansi menghebohkan, di mana petinggi Toshiba melebih lebihkan keuntungan perusahaan sejak tahun 2008 hingga 2014. Jumlah keuntungan operasional palsu yang dilaporkan oleh Toshiba dalam rentang waktu itu adalah USD 1,2 miliar.

Sejak itulah restrukturisasi di Toshiba dimulai, karena dalam investigasi lebih lanjut soal skandal tersebut, terungkap bisnis Toshiba tergolong tidak sehat. Dan ongkos restrukturisasi ternyata sangat tinggi dan di sisi lain, produk Toshiba mendapat persaingan ketat di pasar.

Maka Toshiba terindikasi menyerah dan ingin menjual unit bisnis PC dan home appliances, yang terakhir itu konon diminati oleh Foxconn. Tak heran juga jika akhirnya mereka menutup beberapa pabrik televisinya di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Sebagai langkah efisiensi, PHK karyawan mau tak mau dilakukan. Media Nikkei di Jepang menyebutkan, PHK akan menimpa sampai 7.000 karyawan Toshiba.

Ongkos restrukturisasi yang besar juga bikin pusing Toshiba. Mereka harus mencari pinjaman senilai USD 2,49 miliar untuk dana tambahan.  Untuk mendapatkannya, Toshiba dikabarkan sedang mendekati sejumlah institusi finansial, termasuk Bank Mizuho dan Sumitomo Mitsui Banking Corp.

Selain skandal keuangan, ada lagi faktor lain yang membuat Toshiba kewalahan. Apalagi kalau bukan sepak terjang perusahaan pesaing dari Korea Selatan dan China. Tidak hanya Toshiba saja, perusahaan asal Jepang lain saat ini juga menghadapi tekanan kuat dari produsen asal negara tetangganya itu.

Toshiba kabarnya akan fokus ke bisnis yang lebih menguntungkan, misalnya memperkuat bisnis infrastruktur tenaga nuklir. Mampukah mereka bangkit?

(fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.