Ini adalah pertama kalinya keluarga kerajaan Brunei menginvestasikan uangnya untuk sebuah startup. "Investor selain dari keluarga kerajaan Brunei berasal dari bermacam sektor seperti asuransi, ICT, instansi pelayanan healthcare, maupun pembuat kebijakan," ujar pendiri BookDoc, Chevy Beh.
Ia menyebut pendanaan yang didapat kali ini berkisar di tujuh digit dalam dolar Amerika Serikat. Beh tak bisa menyebut jumlah tepatnya karena para investor tak ingin jumlah pendanaannya terungkap, demikian dikutip detikINET dari e27, Senin (18/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendanaan ini disebut oleh BookDoc akan dipakai untuk menambah jumlah pekerjanya, juga mendanai tahap kedua dalam pengembangan teknologi, serta memperkuat infrastrukturnya dalam mendukung pertumbuhannya secara regional.
BookDoc pertama diluncurkan pada Oktober 2015, dan ini adalah aplikasi pencarian dan pemesanan dokter. Selain itu aplikasi ini membolehkan perusahaan untuk memonitor kondisi kesehatan pegawainya, dalam hal ini terkait dengan tanggungan asuransi yang mereka berikan. (asj/ash)