Telkom mengibaratkan dirinya seperti burung rajawali saat merayu bank-bank pembangunan daerah (BPD) untuk mengoptimalkan solusi teknologi informasi komunikasi (ICT) agar lebih kompetitif dan maksimal memberikan layanan bagi nasabah.
Rayuan itu keluar dari mulut Direktur Enterprise and Business Service Telkom Muhammad Awaluddin saat menyaksikan kerjasama Connectivity Telkom dengan Bank Sulawesi Tengah (Sulteng), di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/11/2015).
βAda pameo yang saya senang di ilmu manajemen, Jika Anda mau terbang tinggi, terbanglah bersama rajawali. Nah, kalau di bisnis ICT, Telkom ini rajawalinya, karena itu saya ajak para BPD terbang tinggi bersama Telkom untuk menang dalam kompetisi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sadar BPD-BPD memiliki keterbatasan dalam belanja infrastruktur ICT. Kita ajak BPD untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas yang dimiliki Telkom. Jadi, tak perlu belanja modal besar untuk ICT, manfaatkan Telkom. Kami hadir bagi BPD bukan hanya untuk melayani, tetapi mendukung bisnis BPD berkembang,β ulasnya.
Ditambahkan Awaluddin, model bisnis yang ditawarkan ke BPD untuk belanja ICT bisa berbasis langganan, on Demand, atau sharing infrastruktur. βKita fleksibel. Kami sudah transformasi dari Telco ke Digital Company. Portofolio kita sangat luas untuk mendukung perbankan, area nonfisik juga dilirik, bank bisa hadir tanpa buka kantor," jelasnya.
Direktur Operasional Bank Sulteng Sitti Maryam Dalle mengharapkan kerjasama dengan Telkom dapat meningkatkan kinerja Bank Sulteng dalam kegiatan operasional dan pelayanan terhadap nasabah. "Kita akui untuk urusan kualitas Telkom paling top dan harga paling murah," tandasnya.
(rou/rns)