Dulunya, ini adalah pabrik terbesar yang dimiliki Nokia untuk bikin handset. Seperti detikINET kutip dari News Softpedia, Rabu (7/10/2015), Microsoft menjualnya ke sebuah perusahaan bernama Flextronics.
"Sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis perangkat mobile, Microsoft mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional," kata juru bicara Microsoft.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan pertama kalinya Microsoft menutup pabrik Nokia. Sebelumnya, pabrik di Finlandia yang merupakan kampung halaman Nokia pun terpaksa berhenti beroperasi. Microsoft juga memangkas jumlah karyawan Nokia secara global dalam jumlah besar.
Meski tak lagi punya pabrik di Brasil, Microsoft mengatakan masih tetap akan berjualan ponsel di negara tersebut. Flextronics sendiri rupanya adalah perusahaan pembuat dan perakit gadget.
Dengan demikian, Microsoft akan melanjutkan produksi dengan berkolaborasi dengan Flextronics. Keduanya menandatangani kontrak untuk produksi semua perangkat Lumia dan konsol Xbox secara lokal.
"Kerjasama dengan Flextronics akan dimulai pada Januari 2016 untuk produksi Xbox dan smartphone. Tujuannya adalah, Flextronics akan menjalankan operasional dengan level yang sama dengan pabrikan dulu di Brasil," jelas juru bicara Microsoft.
(rns/rou)