Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Sony Pisahkan Bisnis Sensor Kamera

Sony Pisahkan Bisnis Sensor Kamera


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Ilustrasi, (gettyimages)
Jakarta - Sony Corp menyebut bahwa mereka akan memisahkan bisnis semikonduktornya demi meningkatkan pertumbuhan perangkat buatannya, seperti sensor foto. Bisnis semikonduktor tersebut selama ini bisa dibilang adalah tumpuan utama Sony.

Keputusan ini diambil karena Sony ingin memberikan otonomi pada unit bisnis tersebut, salah satunya untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Selain itu, pemisahan ini dipercaya bisa membuat akuntabilitas unit bisnis tersebut lebih baik.

Langkah Sony ini terbilang unik, karena biasanya mereka memilih untuk memisahkan unit bisnis yang gagal menunjukkan performanya, dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (6/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kali ini, menurut Sony, otonomi ini penting untuk membuat bisnis sensor kameranya tetap kompetitif, di tengah persaingannya dengan OmniVision Technologies dan Samsung Electronics.

Sensor kamera buatan Sony selama ini dikenal digunakan di sejumlah ponsel pintar papan atas, seperti iPhone. Ini membuat sensor kamera menjadi produk terkuat Sony selama beberapa tahun ke belakang, yang berbanding terbalik dengan bisnis TV dan ponsel pintarnya.

April lalu Sony menyebut akan menginvestasikan dana sebesar USD 374 juta untuk menggenjot kapasitas produksi sensor buatannya pada akhir September 2016. Mereka menargetkan akan meningkatkan kapasitas produksi dari 60 ribu wafer per bulan menjadi 87 ribu wafer per bulan.

Ini setelah beberapa bulan sebelumnya, tepatnya bulan Februari, Sony mengumumkan akan berinvestasi di unit yang sama. Sony menyebut akan berinvestasi USD 870 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi pabriknya menjadi 80 ribu per bulan pada akhir Juni 2016 di Technology Center, yang berlokasi di Nagasaki, Yamagata dan Kumamoto.

(asj/fyk)





Hide Ads