Keputusan ini diambil karena Sony ingin memberikan otonomi pada unit bisnis tersebut, salah satunya untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Selain itu, pemisahan ini dipercaya bisa membuat akuntabilitas unit bisnis tersebut lebih baik.
Langkah Sony ini terbilang unik, karena biasanya mereka memilih untuk memisahkan unit bisnis yang gagal menunjukkan performanya, dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sensor kamera buatan Sony selama ini dikenal digunakan di sejumlah ponsel pintar papan atas, seperti iPhone. Ini membuat sensor kamera menjadi produk terkuat Sony selama beberapa tahun ke belakang, yang berbanding terbalik dengan bisnis TV dan ponsel pintarnya.
April lalu Sony menyebut akan menginvestasikan dana sebesar USD 374 juta untuk menggenjot kapasitas produksi sensor buatannya pada akhir September 2016. Mereka menargetkan akan meningkatkan kapasitas produksi dari 60 ribu wafer per bulan menjadi 87 ribu wafer per bulan.
Ini setelah beberapa bulan sebelumnya, tepatnya bulan Februari, Sony mengumumkan akan berinvestasi di unit yang sama. Sony menyebut akan berinvestasi USD 870 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi pabriknya menjadi 80 ribu per bulan pada akhir Juni 2016 di Technology Center, yang berlokasi di Nagasaki, Yamagata dan Kumamoto.
(asj/fyk)