Dikatakan Catherine Lian, Managing Director Dell Indonesia, anjloknya nilai mata uang tidak hanya terjadi di Tanah Air. Beberapa negara tetangga pun mengalami hal serupa seperti Malaysia dan India.
Meski begitu, perusahaan di Indonesia nyatanya terus mengalami pertumbuhan. Karena itu, mereka tak menurunkan investasi teknologinya. Apalagi apa yang dibelanjakan saat ini telah dianggarkan sebelum terjadinya penurunan nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DSS diperuntukkan bagi perusahaan di bidang minyak dan gas, riset dan berbasis teknologi web yang membutuhkan solusi TI dan supalay chain tinggi untuk melakukan inovasi bisnis," ujar Catherine di Dell Media Forum 2015, Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Dijelaskan Petter Marrs, Vice President Enterprise Solution Dell APJ, solusi DSS sangat cocok untuk diaplikasikan perusahaan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan semakin bermunculan perusahaan berbasis teknologi web, seperti e-commerce.
"Solusi DSS menciptakan model operasional baru yang mengandalkan fleksibilitas. Selain itu dapat membuat perusahaan memahami tujuan pelanggan dan membantu mereka mencapai tujuan tersebut," ujarnya. Dell rencananya akan memboyong solusi DSS ini pada bulan Oktober.
Bicara soal Dell User Forum 2015 ini merupakan acara tahunan untuk temu pelanggan dan mitra utama Dell di Asia Selatan. Dalam forum ini, mereka menampilkan portofolio end-to-end dan menyediakan akses kepada peserta untuk berkolaborasi, bertukar pikiran dan berinteraksi dengan pakar dan teknisi Dell untuk menjawab tantangan TI yang dihadapi saat ini dan kedepan.
Acara yang diikuti lebih dari 1.500 peserta ini berlangsung selama dua hari (16-17/9/2015). Para peserta datang dari sejumlah negara, mulai dari Singapura, Malaysia hingga Pakisatan.
(ash/ash)