Harga saham Twitter jatuh sampai 11%. Penyebabnya, situs mikroblogging ini punya masalah besar yang membuat para investor khawatir.
Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (29/7/2015), masalah tersebut adalah pertumbuhan jumlah user Twitter yang mengalami perlambatan cukup parah. Twitter mengakui kalau pertumbuhan pemakai layanannya adalah yang terendah sejak mereka menjual saham di 2013.
"Hal ini memang tak dapat diterima dan kami tidak senang dengannya," kata Jack Dorsey, CEO sementara Twitter yang belum lama ini menggantikan posisi Dick Costolo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Twitter pun ingin mencari solusi agar penggunanya bertambah banyak. "Kami memang belum mengkomunikasikan secara jelas apa value unik dari Twitter. Dan hasilnya mereka yang belum memakai Twitter masih bertanya mengapa mereka harus menggunakannya," kata Chief Financial Officer Twitter, Anthony Noto.
Dari sisi keuangan, pendapatan Twitter sebenarnya naik 61% menjadi USD 502,4 juta yang terutama didapatkan dari iklan. Tapi mereka tetap membukukan kerugian USD 136,7 juta
Selain ditinggal Dick Costolo, Twitter juga baru saja kehilangan dua pejabat pentingnya. Product Manager Todd Jackson pindah ke Dropbox. Sedangkan Christian Oestlien, Vice Presidentt of Product Management hengkang ke YouTube.
(fyk/yud)