Sebelum di Cisco, pria kelahiran Cleveland, 65 tahun lalu ini pernah berkarir di IBM dan Wang Laboratories. Chambers mengawali karirnya di Cisco pada 1991, namun dia tak langsung jadi CEO. Baru di tahun 1995 Chambers mengambil alih tampuk kepemimpinan.
Segudang prestasi ditunjukkan Chambers selama 20 tahun memimpin Cisco. Di bawah kepemimpinan Chambers, Cisco dibawa menjadi raksasa teknologi.
Di awal jabatannya sebagai CEO, aset Cisco hanya sebesar USD 1,2 miliar. Sekarang, aset perusahaan asal San Jose, California, itu bernilai USD 47 miliar, nyaris 40 kali lipat dari aset sebelum dia memimpin Cisco.
Jumlah karyawan perusahaan berlambang Golden Gate itu juga bertambah dengan pesat. Dari awalnya hanya 4.000 karyawan saat Chambers baru mengambil alih posisi CEO, kini karyawan Cisco berjumlah 70 ribu orang. Selain dua data keberhasilan yang mencolok tersebut, Chambers juga telah melakukan 167 akuisisi untuk Cisco, membangun 9.000 jaringan akademis, melatih 5,5 juta siswa sekolah, dan diyakini berperan besar dalam peningkatan jumlah pemakai internet, dari sebelumnya 45 juta netizen menjadi 3,1 miliar netizen.
Sebagai CEO, setiap tahun Chambers menjadi keynote speaker di Cisco Live. Penuh semangat dan penuh kata-kata inspiratif menjadi ciri khas pidatonya. Di panggung Cisco Live 2015, panggung terakhirnya di acara tahunan itu, ciri khas Chambers tak hilang. Dia tetap berapi-api menginspirasi setiap pribadi yang menjadi saksi pentas terakhirnya.
"Kita sekarang sudah meninggalkan era informasi dan berada di era digital. 1998-2010 Adalah era informasi, 2010-2030 adalah era digital. Perusahaan yang tidak berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi akan hancur. Disrupt or disrupted!" tegas Chambers di panggung Cisco Live! 2015 di San Diego Convention Center, San Diego, California. DetikINET ikut menyaksikan langsung panggung terakhir Chambers di Cisco Live.
Di ujung pidatonya, Chambers mengundang penggantinya ke atas panggung. Orang itu adalah Chuck Robbins, yang sebelumnya menjabat Senior Vice President of The Americas. Seperti Chambers, Robbins juga punya karir panjang di Cisco, yaitu selama 17 tahun.
Di atas panggung, Chambers berlagak mewawancarai Robbins. Merasa puas dengan jawaban penggantinya itu, Chambers lalu menyudahi wawancara dan memeluk Robbins. "Have fun and enjoy it," ujar Chambers.
Pemandangan itu memancing 25 ribu orang yang menyaksikannya berdiri dan memberikan standing ovation. Tepuk tangan membahana cukup lama, sekitar 3 menit. Chambers tak menangis, namun rasa haru jelas terpancar dari wajahnya.
"John sudah mengubah dunia selama 20 tahun terakhir," ujar Robbins sebelum menutup acara itu. Setelah tak lagi menjadi CEO, Chambers akan menjabat sebagai Executive Chairman Cisco.
(trq/ash)