Orang Indonesia Rata-rata Habis Rp 825 Ribu Buat Belanja Online

Orang Indonesia Rata-rata Habis Rp 825 Ribu Buat Belanja Online

- detikInet
Jumat, 24 Apr 2015 11:22 WIB
Jakarta -

Industri e-commerce di Indonesia kian tumbuh pesat dan sedang hangat-hangatnya. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 88,1 juta orang, pasar e-commerce di Tanah Air tentunya menjadi ceruk yang sangat menggoda.

Pertumbuhan ini didukung dengan sebuah riset yang belum lama ini dilakukan perusahaan riset Brand & Marketing Institute (BMI) Research di Indonesia. Riset ini dilakukan di 10 kota dengan 1.213 responden berusia 18 hingga 45 tahun.

Hasilnya, BMI Research mencatat bahwa rata-rata pengeluaran belanja online orang Indonesia dalam setahun mencapai Rp 825.000 per orang. Angka ini diproyeksi masih akan terus bertambah.

Tahun lalu, nilai transaksi belanja online orang Indonesia mencapai Rp 21 triliun. Angka ini diproyeksi akan meningkat di tahun 2015 hingga mencapai Rp 50 triliun atau melonjak lebih dari dua kali lipat.

Sementara penelitian yang diprakarsai oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres), nilai pasar e-commerce di Indonesia dari yang tadinya cuma sekitar Rp 94,5 triliun pada 2013 bisa melonjak tiga kali lipat mencapai Rp 295 triliun pada 2016.

Pembanding Harga

Meskipun nilai transaksinya terbilang besar, namun menurut data yang diungkap Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), 46,7% konsumen online di Indonesia melakukan penelitian terlebih dulu sebelum membeli produk di toko online.

Sedangkan menurut laporan e-commerce dari Nielsen yang dirilis September 2014 lalu, konsumen Indonesia mulai menyukai belanja online untuk membeli barang dan jasa. Konsumen di Indonesia menikmati berbelanja online sejalan dengan pertumbuhan kepemilikan perangkat mobile yang semakin mudah terhubung ke internet.



“Berbekal data yang sangat agresif tersebut, Boneprice.com hadir sebagai situs pembanding harga di Indonesia yang memungkinkan pengguna untuk mencari sekaligus memperoleh produk dengan harga yang sesuai,” ujar Hendro Sugiarto, Director Boneprice.

Kelebihan Boneprice dari situs pembanding harga lainnya, lanjut Hendro, karena situsnya memiliki lebih dari 5.000.000 informasi produk dan 54 kategori. Hal ini membuatnya berani mengklaim sebagai situs pembanding harga dengan database produk paling luas dan juga memiliki akurasi data tertinggi.

"Bahkan sejak commercial launch pada Februari 2015, Boneprice.com meraih lebih dari 2.000.000 pageviews dan 700.000 pengunjung setiap bulannya,” papar Hendro dalam email yang diterima detikINET, Jumat (24/4/2015).

Dari 54 kategori yang tersedia, seluruhnya tergabung dalam induk kategori ponsel, tablet, komputer, kamera, multimedia, elektronik, bayi dan anak, pakaian, produk kecantikan, buku, hobi, home, food. Informasi produk yang disuguhkan bahkan di-update sebanyak dua kali dalam sehari.

(rou/rou)