Dalam catatan GFK, secara volume unit yang terjual di Indonesia dalam 12 bulan terakhir tumbuh 70%. Lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang mencapai 56% dan Thailand 44%.
Sedangkan dari sisi valuasi, seperti dipaparkan lembaga riset itu dalam keterangannya, Kamis (23/10/2014), Indonesia mengalami pertumbuhan 32%. Masih lebih tinggi dibandingkan Thailand 31%, namun di bawah Vietnam yang mencapai 52%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka ini juga merefleksikan kenaikan secara total sekitar 44% dari sisi volume penjualan, dan 24% dalam hal valuasi nilai dibandingkan periode yang sama tahun 2013 lalu.
Menurut Account Director for Digital World di GfK Asia, Gerard Tan, pertumbuhan penjualan di sejumlah negara berkembang lebih banyak dipicu oleh migrasinya pengguna feature phone ke smartphone.
"Contohnya, di Indonesia, Vietnam, dan Thailand yang menunjukkan pertumbuhan rata-rata 30% di pendapatan, sedangkan unit yang dijual tumbuhnya lebih tinggi lagi," ujarnya.
Faktor lain yang memicu naiknya volume angka penjualan smartphone dikarenakan semakin banyak vendor asal China yang jor-joran merilis ponsel dengan harga yang murah.
Smartphone buatan China ini menguasai pangsa pasar sekitar 10% di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Sementara ponsel merek lokal di Indonesia, juga tercatat mengalami pertumbuhan 16% di sisi volume dan 7% secara valuasi.
Strategi jual murah ala ponsel China ini juga dinilai GFK membuat sejumlah brand ponsel ternama ikut pusing. Pasalnya, ada sekitar 345 brand ponsel China yang beredar di pasar yang membombardir pasar dengan smartphone di di kisaran harga USD 50 hingga USD 200.
Hal itu jelas membuat brand ternama jadi kian tertekan. Pasalnya, ponsel yang dipasarkannya rata-rata paling murah berkisar USD 253. Belum lagi untuk seri flagship, harganya dinilai masih jauh dari jangkauan masyarakat pengguna pada umumnya.
"Manufaktur asal China mulai agresif karena biaya produksinya 58% lebih rendah ketimbang merek terkenal. Mereka mulai aktif di Singapura, Filipina, dan Thailand. Kami prediksi perang harga akan mulai terjadi dan konsumen yang diuntungkan," pungkas Gerard Tan.
(rou/tyo)