Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kolom Telematika
Kartu Keluar dari Penjara Data Anda
Kolom Telematika

Kartu Keluar dari Penjara Data Anda


- detikInet

Terry Smagh (Ist.)
Jakarta - Suatu yang tak terhindarkan, setiap orang yang bermain Monopoli pada akhirnya akan masuk penjara karena angka di dadu atau pilihan kartu yang kurang beruntung.

Sementara pemain pasif diam saja di penjara, pemain yang lebih ambisius, yang biasanya menang, akan melakukan apa saja untuk kembali bermain.

Kegagalan Business Intelligence (BI) tradisional telah membuat kita semua berurusan dengan kartu yang jelek. Kita bisa memilih duduk dan menunggu giliran atau segera mengambil tindakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Organisasi yang telah merangkul Data Discovery telah bangkit kembali dan tidak hanya kembali dalam permainan, tetapi juga mengubah arah permainan!

Data = Sumber kekuatan

Sebuah kebiasaan lama bagi organisasi untuk menghabiskan banyak waktu mengumpulkan berbagai laporan finansial dan angka-angka hanya untuk membagikan data tersebut dengan cara yang datar dan tidak interaktif.

Akan tetapi, pemenang dalam industri jasa keuangan hari ini mencari cara untuk secara efektif memanfaatkan data mereka melalui penemuan data.

Dengan penemuan data, tidak hanya dapat ditemukan jawaban baru, tetapi juga pertanyaan baru dan hipotesa baru.

Dengan membuang pekerjaan yang tidak perlu seorang user dapat meloloskan dirinya dari penjara kemacetan data, dan dapat memfokuskan usaha mereka pada analisis dan pengambilan keputusan. Akibatnya, organisasi menjadi lebih cerdas dan menyelesaikan masalah lebih cepat.

Beberapa contoh yang luar biasa misalnya:
-. Sebuah bank global ternama menggunakan data Basel II/III untuk memonitor miliaran transaksi untuk menganalisa risiko para pihak. Dengan begitu mereka dapat mengoptimasi alokasi modal dan membuat perubahan proaktif untuk menyesuaikan dengan peraturan yang berubah-ubah.

-. Sebuah bank AS telah mengganti laporan Quarterly Credit Review setebal 200 halaman dengan dashboard otomatis. Perubahan ini telah menghapus tak terhitung jumlah jam kerja para karyawan, mengirim data dengan hampir real-time, dan memungkinkan user memeriksa data tanpa perlu bantuan.

-. Sebuah firma investasi ternama telah mengganti portofolio laporan manual dengan sebuah portal swalayan yang otomatis. Proses pelaporan yang sebelumnya memakan waktu lebih dari tiga hari bagi selusin pegawai untuk menghasilkan sebuah laporan yang statis dan sudah ketinggalan. Analisis otomatis baru tidak hanya lebih mudah digunakan, tetapi juga selalu diperbarui sepanjang hari.

Dengan berpindah dari laporan statis dan manual ke visualisasi data dan aplikasi analitis yang lebih tangkas organisasi-organisasi ini mampu mengurangi waktu yang dihabiskan karyawan mereka untuk mengumpulkan data sehingga bisa menggeser fokus mereka pada eksplorasi data untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Organisasi yang melakukan ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membuka kesadaran baru dan potensi tak terbatas dari data mereka.
Β 
Menang dengan Data Discovery

Hari-hari bekerja dengan BI statis telah berlalu. Memindahkan data dan mengumpulkannya ke desktop karyawan untuk laporan terpisah tidak lagi dapat diterima. Proses tersebut terlalu memakan tenaga dan menghasilkan banyak kesalahan, kelalaian dan kurang visibilitas terhadap hasil bisnis yang sebenarnya.

Organisasi layanan keuangan harus berpindah ke model penemuan data yang lebih tangkas yang memungkinkan pengguna menanyakan pertanyaan berikutnya dan mendapat jawaban yang mereka perlukan tanpa memulai dari awal. Dengan menghilangkan hambatan-hambatan teknis yang tidak perlu, pengguna bisa fokus pada data yang tersedia dan wawasan mereka sendiri.

Dengan selalu mengutamakan kemudahan penggunaan, mudah bagi pengguna untuk memadukan dan menyusun ulang data dalam tampilan baru dan membuat visualisasi baru dengan segera untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam.

Di tengah pasar yang sangat kompetitif hari ini, perbedaan antara melaporkan data dan memahami data dapat benar-benar memisahkan pemenang dari yang kalah.


*) Penulis, Terry Smagh merupakan Vice President of Qlik, Asia.

(ash/ash)







Hide Ads