Pemerintah China mengeluarkan Symantec dan Kaspersky dalam daftar perusahaan anti virus yang disetujui untuk digunakan di negeri itu. Perusahaan lokal lebih diutamakan dibandingkan kedua raksasa anti virus tersebut.
Dikutip detikINET dari Reuters, Senin (4/8/2014), media People's Daily yang dikendalikan pemerintah China menyebutkan bahwa otoritas setempat menyingkirkan Symantec dan Kaspersky dari daftar pemasok software untuk sekuriti.
Sebanyak lima perusahaan anti virus telah disetujui penggunaannya oleh pemerintah, semuanya adalah perusahaan lokal. Mereka adalah Qihoo 360 Technology Co (QIHU.N), Venustech, CAJinchen, Beijing Jiangmin dan Rising.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menginvestigasi dan berbicara dengan otoritas China terkait permasalahan ini. Masih terlalu prematur untuk memberikan detail tambahan yang lain pada saat ini," kata juru bicara Kaspersky, Alejandro Arango.
Daftar anti virus yang disetujui ini terutama untuk penggunaan oleh lembaga pemerintah China. Tidak dijelaskan lebih mendetail apakah Kaspersky dan Symantec benar-benar dilarang untuk digunakan dan hanya perusahaan anti virus lokal yang boleh dipakai.
Tapi dijegalnya Kaspersky dan Symantec itu menjadi pertanda bahwa pemerintah China makin anti menggunakan produk teknologi asing. Terutama setelah terungkapnya kasus pengintaian elektronik oleh pemerintah Amerika Serikat melalui lembaga National Security Agency (NSA). (fyk/fyk)