Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
ZTE Terpaksa Ubah Model Bisnis demi Indonesia

ZTE Terpaksa Ubah Model Bisnis demi Indonesia


- detikInet

Para petinggi ZTE Indonesia (eno/detikINET)
Bali - ZTE dikenal sebagai salah satu raksasa di industri telekomunikasi dunia, dan kebanyakanan penggunanya adalah operator. Bukan konsumen rumahan seperti sekarang ini.

Ya, dalam beberapa tahun terakhir ZTE memang memutuskan untuk mengubah model bisnis mereka, dari yang sebelumnya Business to Business (B2B) menjadi Business to Consumer (B2C). Langkah ini diambil karena memang dirasa sudah perlu.

"Bukan cuma B2B dan B2C, tapi kami juga C2C (Consumer to Consumer). Jadi model bisnis yang kami terapkan tergantung dari pola market negara yang bersangkutan," kata Sales Director of ZTE Handset Business Unit Indonesia Romeo Luo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum memutuskan untuk menggunakan model bisnis yang digunakan, Luo mengklaim tim ZTE sudah melakukan banyak riset mendalam, termasuk di Indonesia.

"Di Indonesia kami melihat pasar consumer masih sangat besar, jadi di sini kami memutuskan untuk menggunakan juga model bisnis B2C," jelasnya, usai meluncurkan tiga ponsel anyar ZTE di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali.

Untuk membuktikan hal itu ZTE meluncurkan ponsel Android terbaru bernama Nubia Z5S Mini, dan Indonesia menjadi negara pertama yang akan mencicipi ponsel tersebut. Dilanjutkan ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan lainnya.

Selain Indonesia ZTE juga mengaku mulai menerapkan model bisnis B2C di negara lain, hanya saja negeri seribu pulau ini diklaim menjadi prioritas di level Asia Tenggara.

Sebab, selain jumlah penduduk yang cukup banyak, rata-rata penghasilan warga Indonesia juga semakin baik. Daya beli masyarakat pun juga meningkat.

"Indonesia menjadi salah satu negara yang paling potensial untuk mengembangkan produk kami," tambah Jacky Zhang, Presiden ZTE Unit Bisnis Ponsel Asia Pasifik dan CIS di kesempatan yang sama.



(eno/rou)







Hide Ads