Dalam sesi tanya jawab, Vice President Samsung Electronics Lee Kang Hyun mengeluhkan peraturan-peraturan di Indonesia seperti kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk telepon seluler.
CT, sapaan Chairul, justru menantang Samsung untuk membangun pabrik ponsel di Indonesia. Pemerintah akan mencoba menghilangkan segala hambatan yang selama ini sering dikeluhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CT mengungkapkan, ketimbang Samsung buat pabrik di Vietnam yang memasok ponsel ke kawasan ASEAN, lebih baik buatnya di Indonesia. "Ngapain buat di Vietnam, buat di Indonesia. Pasar kita jelas, dalam negeri saja 250 juta penduduk," tegasnya.
CT pun ingin agar Indonesia menjadi pusat produksi ponsel Samsung. Tak hanya untuk pasar ASEAN, tapi seluruh dunia. "Jadikan pabrik di Indonesia menjadi pabrik yang memasok HP ke seluruh dunia," tuturnya.
(rrd/tyo)