Zebra berharap dapat membayar transaksi tersebut dengan dana tunai dari kas perusahaan sebesar USD 200 juta dan USD 3,25 miliar melalui fasilitas kredit baru dan penerbitan surat utang.
"Akuisisi ini akan mengubah Zebra menjadi penyedia solusi terdepan yang mampu memberikan kecerdasan dan wawasan kepada pelanggan enterprise kami," kata CEO Zebra, Anders Gustafsson, seperti detikINET kutip Cellular News, Rabu (16/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bisnis Motorola enterprise sendiri membukukan total penjualan tahun lalu sebesar USD 2,5 miliar, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian penjualan pemilik barunya.
Meski demikian, hasil penjualan yang dicatatkan Motorola Solutions terus melemah, atau lebih rendah dari target yang diharapkan. Setidaknya untuk capaian kuartal pertama tahun ini. Rendahnya pencapaian dikarenakan mulai berkurangnya pasar di bisnis pemerintahan Amerika Utara.
Kuartal pertama tahun ini diharapkan dapat menghasilkan USD 1,8 miliar, atau turun sekitar 9% dari kuartal yang sama tahun lalu. Sepanjang 2014, perusahaan berharap hasil penjualannya hanya turun paling rendah satu digit saja, bersamaan dengan margin operasional yang diharapkan bisa sebanding dengan target sebelumnya.
"Kami tetap percaya diri mampu menempati posisi yang sama seperti sebelumnya di pasar, seiring dengan pertumbuhan jangka panjang yang terus menguntungkan," kata Chairman dan CEO Motorola Solution, Greg Brown.
(rou/rou)