Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Rasa Kari' di Silicon Valley

'Rasa Kari' di Silicon Valley


- detikInet

Jakarta - Di dunia teknologi informasi, negara India memang cukup berkibar. Putra kelahiran India banyak yang menempati posisi penting di perusahaan besar Silicon Valley, pusat teknologi Amerika Serikat.

Memang kesejahteraan negara India masih sebelas dua belas dibanding Indonesia, malah dalam beberapa sisi Indonesia lebih unggul, misalnya soal pendapatan perkapita penduduknya. Namun sebagian warga India, ditunjang bahasa Inggris mumpuni dan pendidikan memadai mampu meraih karir gemilang di mancanegara.

Siapa saja putra India, negara yang penduduknya dikenal doyan makanan kari ini, yang menempati posisi sangat mentereng di perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat? Berikut beberapa di antaranya.


6. Amit Singhal

Lahir di Uttar Pradesh, India, Amit saat ini menempati posisi sebagai Senior Vice President and Software Engineer di Google. Dia dipandang berkontribusi besar dalam optimalisasi software pencarian Google.

Menurut New York Times, Amit adalah master dalam menangani algoritma pencarian Google. Sedangkan majalah Fortune menilainya sebagai salah satu orang terpintar di dunia teknologi.

Amit meraih gelar Sarjana Teknik dari Indian Institute of Technology Roorkee. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang S2 dan meraih gelar Ph.D dari Cornell University di New York.

Tahun 2000, dia mulai berkarir di Google. Dan sejak itu, posisinya melesat dengan cepat hingga kini menempati jabatan Senior Vice President.

6. Amit Singhal

Lahir di Uttar Pradesh, India, Amit saat ini menempati posisi sebagai Senior Vice President and Software Engineer di Google. Dia dipandang berkontribusi besar dalam optimalisasi software pencarian Google.

Menurut New York Times, Amit adalah master dalam menangani algoritma pencarian Google. Sedangkan majalah Fortune menilainya sebagai salah satu orang terpintar di dunia teknologi.

Amit meraih gelar Sarjana Teknik dari Indian Institute of Technology Roorkee. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang S2 dan meraih gelar Ph.D dari Cornell University di New York.

Tahun 2000, dia mulai berkarir di Google. Dan sejak itu, posisinya melesat dengan cepat hingga kini menempati jabatan Senior Vice President.

5. Shantanu Narayen

Lahir dan tumbuh besar di Hyderabad, India, Shantanu saat ini adalah CEO Adobe System. Dia menempati posisi prestisius tersebut sejak tahun 2007.

Shantanu meraih gelar Master of Business Administration dari University of California Berkeley dan Master of Science dari Bowling Green State University di Ohio, Amerika Serikat.

Karir pekerjaannya cukup panjang. Awalnya, dia menjadi karyawan Apple. Kemudian bergabung ke Adobe pada tahun 1998 sebagai Vice President of Worldwied Product Research.

Pria yang saat ini berumur 50 tahun itu juga menjadi anggota dewan pimpinan produsen komputer Dell Inc.

5. Shantanu Narayen

Lahir dan tumbuh besar di Hyderabad, India, Shantanu saat ini adalah CEO Adobe System. Dia menempati posisi prestisius tersebut sejak tahun 2007.

Shantanu meraih gelar Master of Business Administration dari University of California Berkeley dan Master of Science dari Bowling Green State University di Ohio, Amerika Serikat.

Karir pekerjaannya cukup panjang. Awalnya, dia menjadi karyawan Apple. Kemudian bergabung ke Adobe pada tahun 1998 sebagai Vice President of Worldwied Product Research.

Pria yang saat ini berumur 50 tahun itu juga menjadi anggota dewan pimpinan produsen komputer Dell Inc.

4. Vivek Ranadive

Vivek Ranadive lahir di Mumbai. Bermimpi kuliah di Massachusets Institute of Technology, ia berhasil mewujudkannya dan meraih gelar sarjana dan master di universitas presitisius tersebut. Dia juga mendapat gelar MBA dari Harvard University.

Dia mendirikan dan saat ini menjadi CEO Tibco Software, sebuah perusahaan software komputer untuk enterprise. Saat ini, perusahaan itu memiliki 4000 klien dengan kapitalisasi pasar USD 1,5 miliar.

Vivek juga cukup banyak berinvestasi di klub olahraga. Ia punya saham di klub basket Golden State Warriors dan Sacramento Kings.

Vivek memiliki tiga orang anak. Dia suka bermain golf, tenis sampai hiking di waktu senggangnya.

4. Vivek Ranadive

Vivek Ranadive lahir di Mumbai. Bermimpi kuliah di Massachusets Institute of Technology, ia berhasil mewujudkannya dan meraih gelar sarjana dan master di universitas presitisius tersebut. Dia juga mendapat gelar MBA dari Harvard University.

Dia mendirikan dan saat ini menjadi CEO Tibco Software, sebuah perusahaan software komputer untuk enterprise. Saat ini, perusahaan itu memiliki 4000 klien dengan kapitalisasi pasar USD 1,5 miliar.

Vivek juga cukup banyak berinvestasi di klub olahraga. Ia punya saham di klub basket Golden State Warriors dan Sacramento Kings.

Vivek memiliki tiga orang anak. Dia suka bermain golf, tenis sampai hiking di waktu senggangnya.

3. Nikesh Arora

Nikesh menjabat sebagai Senior Vice President and Chief Business Officer di google. Ia dilahirkan di India dan kuliah di Indian Institute of Technology.

Kemudian, Nikesh hijrah ke Amerika Serikat dan melanjutkan pendidikan di sana. Ia mendapatkan gelar dari Boston College dan MBA dari Northeastern University.

Pengalamannya di bidang teknologi sudah segudang. Ia pernah bekerja di T Mobile, Bharti Airtel dan akhirnya bergabung ke Google.

Nikesh juga pernah menjadi karyawan di Deutsche Telecom. Dengan jabatannya saat ini, Nikesh banyak mengurusi operasi marketing di Google.

3. Nikesh Arora

Nikesh menjabat sebagai Senior Vice President and Chief Business Officer di google. Ia dilahirkan di India dan kuliah di Indian Institute of Technology.

Kemudian, Nikesh hijrah ke Amerika Serikat dan melanjutkan pendidikan di sana. Ia mendapatkan gelar dari Boston College dan MBA dari Northeastern University.

Pengalamannya di bidang teknologi sudah segudang. Ia pernah bekerja di T Mobile, Bharti Airtel dan akhirnya bergabung ke Google.

Nikesh juga pernah menjadi karyawan di Deutsche Telecom. Dengan jabatannya saat ini, Nikesh banyak mengurusi operasi marketing di Google.

2. Sundar Pichai

Sundar Pichai menempati posisi mentereng sebagai Senior Vice President di Google yang menangani bisnis Android, Chrome serta Google Apps. Posisi tersebut sebelumnya dipegang oleh pendiri Android sendiri, Andy Rubin.

Pichai yang lahir di Tamil Nadu, India, meraih gelar sarjana dari Indian Institute of Technology dan gelar master dari Stanford University. Kemudian, ia bergabung menjadi karyawan Google pada tahun 2004.

Saat bergabung, dia langsung memimpin tim manajemen produk software Google. Ia pun kerap tampil di panggung untuk mengumumkan produk terbaru dari Google, termasuk Chrome OS.

Pada 13 Maret 2013, Pichai ditunjuk memimpin pengembangan Android. Kiprahnya yang mentereng di dunia teknologi sempat membuatnya disebut sebut calon kuat CEO Microsoft sepeninggal Steve Ballmer.

2. Sundar Pichai

Sundar Pichai menempati posisi mentereng sebagai Senior Vice President di Google yang menangani bisnis Android, Chrome serta Google Apps. Posisi tersebut sebelumnya dipegang oleh pendiri Android sendiri, Andy Rubin.

Pichai yang lahir di Tamil Nadu, India, meraih gelar sarjana dari Indian Institute of Technology dan gelar master dari Stanford University. Kemudian, ia bergabung menjadi karyawan Google pada tahun 2004.

Saat bergabung, dia langsung memimpin tim manajemen produk software Google. Ia pun kerap tampil di panggung untuk mengumumkan produk terbaru dari Google, termasuk Chrome OS.

Pada 13 Maret 2013, Pichai ditunjuk memimpin pengembangan Android. Kiprahnya yang mentereng di dunia teknologi sempat membuatnya disebut sebut calon kuat CEO Microsoft sepeninggal Steve Ballmer.

1. Satya Nadella

Bukan Stephen Elop, Alan Muallay dari Ford, Hans Vestberg milik Ericsson atau Sundar Pichai yang masih jadi bos Google, melainkan Satya Nadella. Ya, dialah CEO baru dari raksasa teknologi Microsoft.

Nadella akan menjadi CEO ketiga sepanjang sejarah Microsoft, setelah Bill Gates dan Steve Ballmer. Nama terakhir memang telah mengumumkan pengunduran dirinya sejak Agustus 2013 lalu.

Bagi orang dalam Microsoft, nama Nadella tentu saja tidak asing. Karena dia telah mengabdi selama 22 tahun di perusahaan pembesut sistem operasi Windows itu. Nadella merupakan contoh seorang pekerja keras dengan karir cemerlang.

CEO baru Microsoft ini memiliki nama lengkap Satyanarayana Nadella. Dia lahir di Hyderabad, Andhra Pradesh, India, 46 tahun yang lalu. Masa kecil Nadella dihabiskan di India. Satya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet.Β  Di negeri Paman Sam, Nadella meraih dua gelar master sekaligus. Satu di ilmu komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang administrasi bisnis di University of Chicago.

1. Satya Nadella

Bukan Stephen Elop, Alan Muallay dari Ford, Hans Vestberg milik Ericsson atau Sundar Pichai yang masih jadi bos Google, melainkan Satya Nadella. Ya, dialah CEO baru dari raksasa teknologi Microsoft.

Nadella akan menjadi CEO ketiga sepanjang sejarah Microsoft, setelah Bill Gates dan Steve Ballmer. Nama terakhir memang telah mengumumkan pengunduran dirinya sejak Agustus 2013 lalu.

Bagi orang dalam Microsoft, nama Nadella tentu saja tidak asing. Karena dia telah mengabdi selama 22 tahun di perusahaan pembesut sistem operasi Windows itu. Nadella merupakan contoh seorang pekerja keras dengan karir cemerlang.

CEO baru Microsoft ini memiliki nama lengkap Satyanarayana Nadella. Dia lahir di Hyderabad, Andhra Pradesh, India, 46 tahun yang lalu. Masa kecil Nadella dihabiskan di India. Satya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet.Β  Di negeri Paman Sam, Nadella meraih dua gelar master sekaligus. Satu di ilmu komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang administrasi bisnis di University of Chicago.

(fyk/ash)









Hide Ads