Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Satya Nadella: Pria India Penakluk Raksasa Teknologi Dunia

Satya Nadella: Pria India Penakluk Raksasa Teknologi Dunia


- detikInet

Jakarta - Bukan Stephen Elop, Alan Muallay dari Ford, Hans Vestberg milik Ericsson atau Sundar Pichai yang masih jadi bos Google, melainkan Satya Nadella. Ya, dialah CEO baru dari raksasa teknologi Microsoft.

Nadella akan menjadi CEO ketiga sepanjang sejarah Microsoft, setelah Bill Gates dan Steve Ballmer. Nama terakhir memang telah mengumumkan pengunduran dirinya sejak Agustus 2013 lalu.

Bagi orang dalam Microsoft, nama Nadella tentu saja tidak asing. Karena dia telah mengabdi selama 22 tahun di perusahaan pembesut sistem operasi Windows itu. Nadella merupakan contoh seorang pekerja keras dengan karir cemerlang.

Berikut detikINET rangkumkan latar belakang kehidupan Satya Nadella sebelum dan selama di Microsoft yang berasal dari berbagai sumber, Rabu (5/2/2014).

1. Lahir di India

CEO baru Microsoft ini memiliki nama lengkap Satyanarayana Nadella. Dia lahir di Hyderabad, Andhra Pradesh, India, 46 tahun yang lalu. Keluarganya termasuk ke dalam silsilah Telugu Brahmin.

Masa kecil Nadella dihabiskan di negara asalnya, India. Satya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet. Setelah akhirnya meraih sarjana bidang teknik elektro di Mangalore University.

Mimpi merajut kehidupan yang lebih baik dimulai saat dia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.

Di negeri Paman Sam, Nadella meraih dua gelar master sekaligus. Satu di ilmu komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang administrasi bisnis di University of Chicago.

1. Lahir di India

CEO baru Microsoft ini memiliki nama lengkap Satyanarayana Nadella. Dia lahir di Hyderabad, Andhra Pradesh, India, 46 tahun yang lalu. Keluarganya termasuk ke dalam silsilah Telugu Brahmin.

Masa kecil Nadella dihabiskan di negara asalnya, India. Satya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet. Setelah akhirnya meraih sarjana bidang teknik elektro di Mangalore University.

Mimpi merajut kehidupan yang lebih baik dimulai saat dia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.

Di negeri Paman Sam, Nadella meraih dua gelar master sekaligus. Satu di ilmu komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang administrasi bisnis di University of Chicago.

2. Pekerja Keras yang Gemar Main Kriket

Seperti pria India pada umumnya, masa kecil hingga remaja dari Satya Nadella juga dihabiskan untuk bermain kriket bersama teman-temannya. Dan sampai saat ini, terkadang dia masih menyalurkan hobinya tersebut.

Kriket memang menjadi salah satu olahraga popular di India. Nadella muda cukup lihai bermain permainan yang mirip baseball dan kasti tersebut. Soal hobinya ini, dia belajar filosofi di dalamnya.

"Bermain kriket menjadi penting dalam perjalanan karir saya. Karena dari kriket saya belajar tentang kepemimpinan dan bekerja sama dalam tim," katanya suatu hari.

Nadella mengatakan, dia selalu dan termotivasi untuk membangun sesuatu yang baru. Termasuk saat memulai karirnya di Microsoft, sebelum akhirnya menjadi CEO seperti sekarang.

2. Pekerja Keras yang Gemar Main Kriket

Seperti pria India pada umumnya, masa kecil hingga remaja dari Satya Nadella juga dihabiskan untuk bermain kriket bersama teman-temannya. Dan sampai saat ini, terkadang dia masih menyalurkan hobinya tersebut.

Kriket memang menjadi salah satu olahraga popular di India. Nadella muda cukup lihai bermain permainan yang mirip baseball dan kasti tersebut. Soal hobinya ini, dia belajar filosofi di dalamnya.

"Bermain kriket menjadi penting dalam perjalanan karir saya. Karena dari kriket saya belajar tentang kepemimpinan dan bekerja sama dalam tim," katanya suatu hari.

Nadella mengatakan, dia selalu dan termotivasi untuk membangun sesuatu yang baru. Termasuk saat memulai karirnya di Microsoft, sebelum akhirnya menjadi CEO seperti sekarang.

3. Penyuka Sastra dan Puisi

Dalam kesehariannya juga, Nadella memang dikenal sebagai sosok yang tak pernah berhenti untuk belajar. Waktunya kadang dihabiskan untuk belajar dan bekerja keras.

Dia mengaku hanya mempunyai waktu luang selama 15 menit di pagi hari. Selebihnya digunakan untuk bekerja dan belajar.

Walau berkutat dengan teknologi dan bisnis, Nadella ternyata gemar membaca dan menulis puisi. Baginya membaca puisi bagaikan menerjemahkan coding dalam ilmu komputer.

"Anda dapat menjelaskan banyak hal dalam bentuk banyak kalimat dan halaman prosa, tetapi Anda dapat mengubahnya menjadi beberapa baris puisi dan Anda masih mendapatkan esensi, sehingga kompresi kode terbaik adalah puisi," tandasnya.

3. Penyuka Sastra dan Puisi

Dalam kesehariannya juga, Nadella memang dikenal sebagai sosok yang tak pernah berhenti untuk belajar. Waktunya kadang dihabiskan untuk belajar dan bekerja keras.

Dia mengaku hanya mempunyai waktu luang selama 15 menit di pagi hari. Selebihnya digunakan untuk bekerja dan belajar.

Walau berkutat dengan teknologi dan bisnis, Nadella ternyata gemar membaca dan menulis puisi. Baginya membaca puisi bagaikan menerjemahkan coding dalam ilmu komputer.

"Anda dapat menjelaskan banyak hal dalam bentuk banyak kalimat dan halaman prosa, tetapi Anda dapat mengubahnya menjadi beberapa baris puisi dan Anda masih mendapatkan esensi, sehingga kompresi kode terbaik adalah puisi," tandasnya.

4. Awal Karir

Sebelum di Microsoft, Satya Nadella memulai segalanya dari nol. Dia bekerja sebagai staf di bidang teknologi di perusahaan Sun Microsoystem.

Nadella juga pernah kembali ke India untuk bekerja sebagai Komisi Perencanaan di bawah Perdana Menteri Manmohan Singh. Tim ini yang memberikan masukan kepada pemerintahan di berbagai sektor.

Selama karirnya, dia selalu ditemani oleh sang istri yang telah bersamanya selama 22 tahun. Wanita ini telah menjadi kekasihnya sejak mereka di sekolah menengah ke atas.

Dari pernikahannya tersebut dia dikarunia tiga anak. Dan saat ini Nadella memilih Washington sebagai tempat tinggal utama mereka.

4. Awal Karir

Sebelum di Microsoft, Satya Nadella memulai segalanya dari nol. Dia bekerja sebagai staf di bidang teknologi di perusahaan Sun Microsoystem.

Nadella juga pernah kembali ke India untuk bekerja sebagai Komisi Perencanaan di bawah Perdana Menteri Manmohan Singh. Tim ini yang memberikan masukan kepada pemerintahan di berbagai sektor.

Selama karirnya, dia selalu ditemani oleh sang istri yang telah bersamanya selama 22 tahun. Wanita ini telah menjadi kekasihnya sejak mereka di sekolah menengah ke atas.

Dari pernikahannya tersebut dia dikarunia tiga anak. Dan saat ini Nadella memilih Washington sebagai tempat tinggal utama mereka.

5. Perjalanan di Microsoft

Sejak bergabung dengan raksasa yang berbasis di Redmond pada tahun 1992, Nadella telah pindah antar departemen setiap beberapa tahun. Dia menyikapi ini dengan bijak.

"Perpindahan itu baik bagi saya untuk terus waspada dan terus-menerus untuk memotivasi saya," katanya dalam sebuah wawancara dengan Koran India berbahasa Inggris.

Selama 22 tahun di Microsoft, Nadella pernah menjabat sebagai Vice President of the Microsoft Business Division, Senior Vice President of Research and Development Online Services Division, dan Vice President of Server and Tools Business.

Jabatan terakhirnya sebelum menjadi CEO Microsoft adalah Executive Vice President of Cloud and Enterprise.

Pada posisi ini, dia bertugas membentuk strategi untuk Microsoft di bidang cloud hingga sistem back-end untuk layanan online-nya.

Melalui cloud, Nadella membantu menjalankan dan mengintergrasikan layanan Microsoft seperti Bing, SkyDrive, Xbox Live, Windows Server, dan Visual Studio. Layanan ini, terutama Office, menjadikan posisi Microsoft di bidang cloud cukup kuat.

5. Perjalanan di Microsoft

Sejak bergabung dengan raksasa yang berbasis di Redmond pada tahun 1992, Nadella telah pindah antar departemen setiap beberapa tahun. Dia menyikapi ini dengan bijak.

"Perpindahan itu baik bagi saya untuk terus waspada dan terus-menerus untuk memotivasi saya," katanya dalam sebuah wawancara dengan Koran India berbahasa Inggris.

Selama 22 tahun di Microsoft, Nadella pernah menjabat sebagai Vice President of the Microsoft Business Division, Senior Vice President of Research and Development Online Services Division, dan Vice President of Server and Tools Business.

Jabatan terakhirnya sebelum menjadi CEO Microsoft adalah Executive Vice President of Cloud and Enterprise.

Pada posisi ini, dia bertugas membentuk strategi untuk Microsoft di bidang cloud hingga sistem back-end untuk layanan online-nya.

Melalui cloud, Nadella membantu menjalankan dan mengintergrasikan layanan Microsoft seperti Bing, SkyDrive, Xbox Live, Windows Server, dan Visual Studio. Layanan ini, terutama Office, menjadikan posisi Microsoft di bidang cloud cukup kuat.

(tyo/ash)






Hide Ads
LIVE