Nadella akan menjadi CEO ketiga sepanjang sejarah Microsoft, setelah Bill Gates dan Steve Ballmer. Nama terakhir memang telah mengumumkan pengunduran dirinya sejak Agustus 2013 lalu.
Bagi orang dalam Microsoft, nama Nadella tentu saja tidak asing. Karena dia telah mengabdi selama 22 tahun di perusahaan pembesut sistem operasi Windows itu. Nadella merupakan contoh seorang pekerja keras dengan karir cemerlang.
Berikut detikINET rangkumkan latar belakang kehidupan Satya Nadella sebelum dan selama di Microsoft yang berasal dari berbagai sumber, Rabu (5/2/2014).
|
|
1. Lahir di India
|
|
Masa kecil Nadella dihabiskan di negara asalnya, India. Satya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet. Setelah akhirnya meraih sarjana bidang teknik elektro di Mangalore University.
Mimpi merajut kehidupan yang lebih baik dimulai saat dia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.
Di negeri Paman Sam, Nadella meraih dua gelar master sekaligus. Satu di ilmu komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang administrasi bisnis di University of Chicago.
1. Lahir di India
|
|
Masa kecil Nadella dihabiskan di negara asalnya, India. Satya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet. Setelah akhirnya meraih sarjana bidang teknik elektro di Mangalore University.
Mimpi merajut kehidupan yang lebih baik dimulai saat dia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.
Di negeri Paman Sam, Nadella meraih dua gelar master sekaligus. Satu di ilmu komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang administrasi bisnis di University of Chicago.
2. Pekerja Keras yang Gemar Main Kriket
|
|
Kriket memang menjadi salah satu olahraga popular di India. Nadella muda cukup lihai bermain permainan yang mirip baseball dan kasti tersebut. Soal hobinya ini, dia belajar filosofi di dalamnya.
"Bermain kriket menjadi penting dalam perjalanan karir saya. Karena dari kriket saya belajar tentang kepemimpinan dan bekerja sama dalam tim," katanya suatu hari.
Nadella mengatakan, dia selalu dan termotivasi untuk membangun sesuatu yang baru. Termasuk saat memulai karirnya di Microsoft, sebelum akhirnya menjadi CEO seperti sekarang.
2. Pekerja Keras yang Gemar Main Kriket
|
|
Kriket memang menjadi salah satu olahraga popular di India. Nadella muda cukup lihai bermain permainan yang mirip baseball dan kasti tersebut. Soal hobinya ini, dia belajar filosofi di dalamnya.
"Bermain kriket menjadi penting dalam perjalanan karir saya. Karena dari kriket saya belajar tentang kepemimpinan dan bekerja sama dalam tim," katanya suatu hari.
Nadella mengatakan, dia selalu dan termotivasi untuk membangun sesuatu yang baru. Termasuk saat memulai karirnya di Microsoft, sebelum akhirnya menjadi CEO seperti sekarang.
3. Penyuka Sastra dan Puisi
|
|
Dia mengaku hanya mempunyai waktu luang selama 15 menit di pagi hari. Selebihnya digunakan untuk bekerja dan belajar.
Walau berkutat dengan teknologi dan bisnis, Nadella ternyata gemar membaca dan menulis puisi. Baginya membaca puisi bagaikan menerjemahkan coding dalam ilmu komputer.
"Anda dapat menjelaskan banyak hal dalam bentuk banyak kalimat dan halaman prosa, tetapi Anda dapat mengubahnya menjadi beberapa baris puisi dan Anda masih mendapatkan esensi, sehingga kompresi kode terbaik adalah puisi," tandasnya.
3. Penyuka Sastra dan Puisi
|
|
Dia mengaku hanya mempunyai waktu luang selama 15 menit di pagi hari. Selebihnya digunakan untuk bekerja dan belajar.
Walau berkutat dengan teknologi dan bisnis, Nadella ternyata gemar membaca dan menulis puisi. Baginya membaca puisi bagaikan menerjemahkan coding dalam ilmu komputer.
"Anda dapat menjelaskan banyak hal dalam bentuk banyak kalimat dan halaman prosa, tetapi Anda dapat mengubahnya menjadi beberapa baris puisi dan Anda masih mendapatkan esensi, sehingga kompresi kode terbaik adalah puisi," tandasnya.
4. Awal Karir
|
|
Nadella juga pernah kembali ke India untuk bekerja sebagai Komisi Perencanaan di bawah Perdana Menteri Manmohan Singh. Tim ini yang memberikan masukan kepada pemerintahan di berbagai sektor.
Selama karirnya, dia selalu ditemani oleh sang istri yang telah bersamanya selama 22 tahun. Wanita ini telah menjadi kekasihnya sejak mereka di sekolah menengah ke atas.
Dari pernikahannya tersebut dia dikarunia tiga anak. Dan saat ini Nadella memilih Washington sebagai tempat tinggal utama mereka.
4. Awal Karir
|
|
Nadella juga pernah kembali ke India untuk bekerja sebagai Komisi Perencanaan di bawah Perdana Menteri Manmohan Singh. Tim ini yang memberikan masukan kepada pemerintahan di berbagai sektor.
Selama karirnya, dia selalu ditemani oleh sang istri yang telah bersamanya selama 22 tahun. Wanita ini telah menjadi kekasihnya sejak mereka di sekolah menengah ke atas.
Dari pernikahannya tersebut dia dikarunia tiga anak. Dan saat ini Nadella memilih Washington sebagai tempat tinggal utama mereka.
5. Perjalanan di Microsoft
|
|
"Perpindahan itu baik bagi saya untuk terus waspada dan terus-menerus untuk memotivasi saya," katanya dalam sebuah wawancara dengan Koran India berbahasa Inggris.
Selama 22 tahun di Microsoft, Nadella pernah menjabat sebagai Vice President of the Microsoft Business Division, Senior Vice President of Research and Development Online Services Division, dan Vice President of Server and Tools Business.
Jabatan terakhirnya sebelum menjadi CEO Microsoft adalah Executive Vice President of Cloud and Enterprise.
Pada posisi ini, dia bertugas membentuk strategi untuk Microsoft di bidang cloud hingga sistem back-end untuk layanan online-nya.
Melalui cloud, Nadella membantu menjalankan dan mengintergrasikan layanan Microsoft seperti Bing, SkyDrive, Xbox Live, Windows Server, dan Visual Studio. Layanan ini, terutama Office, menjadikan posisi Microsoft di bidang cloud cukup kuat.
5. Perjalanan di Microsoft
|
|
"Perpindahan itu baik bagi saya untuk terus waspada dan terus-menerus untuk memotivasi saya," katanya dalam sebuah wawancara dengan Koran India berbahasa Inggris.
Selama 22 tahun di Microsoft, Nadella pernah menjabat sebagai Vice President of the Microsoft Business Division, Senior Vice President of Research and Development Online Services Division, dan Vice President of Server and Tools Business.
Jabatan terakhirnya sebelum menjadi CEO Microsoft adalah Executive Vice President of Cloud and Enterprise.
Pada posisi ini, dia bertugas membentuk strategi untuk Microsoft di bidang cloud hingga sistem back-end untuk layanan online-nya.
Melalui cloud, Nadella membantu menjalankan dan mengintergrasikan layanan Microsoft seperti Bing, SkyDrive, Xbox Live, Windows Server, dan Visual Studio. Layanan ini, terutama Office, menjadikan posisi Microsoft di bidang cloud cukup kuat.
(tyo/ash)