Jika melihat perbedaan harga untuk melepas Motorola, pasti banyak yang mengira bahwa Google rugi banyak dengan aksi penjualan tersebut. Sebab, selisih penjualan Motorola saat dibeli dan dijual Google mencapai USD 9,59 miliar!
Namun apa iya, Google rela serugi itu hanya untuk melepas Motorola yang pernah jadi legenda ponsel dunia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab seperti dilansir Forbes, saat Google membeli Motorola Mobility pada tahun 2011 lalu, Google juga mendapat kas sebesar USD 3,2 miliar yang dimiliki Motorola. Ini ditambah dengan berbagai aset senilai USD 2,4 miliar.
"Jadi akuisisi tersebut (Motorola oleh Google-red.) bersihnya mencapai USD 6,9 miliar," papar Forbes.
Selanjutnya, Google menjual unit bisnis set-top box Motorola kepada Arris Group senilai USD 2,3 miliar. Ditambah dengan penjualan pabrik ke Flextronics USD 75 juta.
"Dengan berbagai hal yang dilakukannya, Google dapat menekan total biaya akuisisi mencapai USD 3,85 miliar," lanjut Forbes, seperti dikutip detikINET, Kamis (30/1/2014).
Hingga akhirnya pada Januari 2014, Google memutuskan untuk melepas Motorola Mobility kepada Lenovo. Perusahaan asal China tersebut meminang Motorola dengan banderol USD 2,91 miliar.
Namun yang patut diingat, kesepakatan penjualan tersebut tak lantas melimpahkan seluruh paten yang dimiliki Motorola kepada Lenovo. Sebab, Google masih memegang sejumlah paten utama milik Motorola. Termasuk paten teknologi canggih Motorola yang berada di bawah Advanced Technology and Projects Group.
Namun memang, brand ponsel 'Motorola' kini menjadi milik Lenovo. Nah, dengan kondisi seperti itu, apakah Google rugi banyak dengan melepas Motorola? Mungkin tidak.
Terlebih melihat respons pasar yang langsung menyambut positif saham Google usai kesepakatan ini diumumkan. Sementara Lenovo, sahamnya dilaporkan malah turun 8,2%.
(ash/fyk)