Seperti detikINET kutip dari Reuters, Kamis (17/10/2013), hingga kuartal ketiga 2013 kerugian Twitter melonjak jadi USD 64,6 juta atau sekitar Rp 733,5 miliar. Melonjak tiga kali lipat dari posisi kerugian di awal tahun sebesar USD 21,6 juta.
Padahal tercatat, dari sisi pendapatan terjadi peningkatan dua kali lipat yakni di USD 168,6 juta. Sedangkan di posisi pelanggan aktif naik 39% menjadi 231,7 juta pengguna. Angka itu naik dari posisi 3 Oktober lalu saat penawaran saham perdana--Initial Public Offering (IPO) diumumkan, yakni 218 juta pengguna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan aksi IPO, Twitter akhirnya memilih untuk melantai di New York Stock Exchange (NYSE) ketimbang di Nasdaq dengan kode saham TWTR. Kabarnya, Twitter bisa meraup hingga USD 1 miliar atau sekitar Rp 11,3 triliun dari aksi korporasi ini.
(rou/ash)