Petinggi BlackBerry akhirnya angkat bicara soal strategi perusahaan setelah dibeli oleh konsorsium Fairfax Finacial Holding Limited dengan mahar USD 4,7 miliar atau sekitar Rp 54 triliun.
Setelah menemukan pembelinya, pertanyaan selanjutnya tentu saja tentang kelanjutan nasib perusahaan yang bermarkas di Waterloo, Kanada itu. Terlebih, kabar ini datang setelah BlackBerry meluncurkan BBM lintas platform di iOS dan Android.
Adrian Faull, Direktur Regional Asia Tenggara BlackBerry, yang ditemui dalam event BlackBerry Jam Asia 2013 di Hong Kong, tak luput dari pertanyaan semacam itu oleh awak media, termasuk detikINET yang ikut berkunjung ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai rencana kehadiran BBM pada perangkat Android dan iPhone, hal ini merupakan multiple strategy yang memang telah direncanakan sebelumnya. Yang selain tetap terfokus pada platform BB 10, namun juga dengan memandang potensi yang ada pada platform lain," tambahnya.
Meski begitu Faull juga mengatakan strategi yang dijalankan BlackBerry saat ini bisa jadi akan berubah pada enam bulan mendatang. Karena saat itu, proses pembelian BlackBerry oleh FairFax direncanakan rampung seluruhnya.
Adapun, eksekutif BlackBerry untuk kawasan regional Asia Tenggara ini juga mengaku masih belum mengetahui seperti apa strategi yang akan dijalankan BlackBerry setelah sepenuhnya dimiliki FairFax nanti.
Namun yang pasti, sejak munculnya berita BlackBerry telah dijual, BBM lintas platform pun langsung mandeg. Beredar kabar bahwa Fairfax tak setuju jika BBM tak lagi ekslusif dan meminta BlackBerry untuk menunda distribusinya ke iOS dan Android.
(rou/rou)