"Kami memang ada rencana meningkatkan kapasitas data center karena bisnis ini menjanjikan potensi pasar yang positif. Rencananya akan di bangun di daerah Cikarang dengan spesifikasi Tier 3 atau Tier 4. Wilayah Cikarang dipilih karena di sana pasokan energi bisa dua sumber sesuai standar Tier-4," tutur Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno di Jakarta.
Menurutnya, Indonesia baru memiliki kapasitas data center sekitar 100 ribu meter persegi. Di Singapura sudah 1,2 juta meter pesegi dan Malaysia 800 ribu meter persegi. Adanya aturan tentang keharusan memiliki data center di Indonesia bagi perusahaan asing dan perbankan, menjadikan bisnis ini peluang yang tak bisa dilepaskan. "Apalagi pelanggan dari Multipolar itu kebanyakan dari perbankan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Multipolar Technology sendiri tengah dalam proses menawarkan saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) untuk membidik dana segar sekitar Rp 159,37 miliar hingga Rp 187,5 miliar.
Anak usaha dari PT Multipolar Tbk itu juga memiliki tiga anak usaha yakni PT Visionet Internasional, PT Graha Teknologi Nusantara, dan PT Tecnoves International. Visionet memiliki anak usaha PT Artomoro Prima Internasional yang tengah mengembangkan bisnis mobile payment.
(rou/fyk)