Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tambah Data Center, Multipolar Siapkan USD 20 Juta

Tambah Data Center, Multipolar Siapkan USD 20 Juta


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Data Center Facebook (ist)
Jakarta - PT Multipolar Technology Tbk berencana menambah kapasitas data center yang dimilikinya dari sekitar seribu meter persegi menjadi 15 ribu sampai 16 ribu meter persegi. Selama ini dalam mengelola bisnis data center perseroan mengandalkan anak usaha PT Visionet Internasional.

"Kami memang ada rencana meningkatkan kapasitas data center karena bisnis ini menjanjikan potensi pasar yang positif. Rencananya akan di bangun di daerah Cikarang dengan spesifikasi Tier 3 atau Tier 4. Wilayah Cikarang dipilih karena di sana pasokan energi bisa dua sumber sesuai standar Tier-4," tutur Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno di Jakarta.

Menurutnya, Indonesia baru memiliki kapasitas data center sekitar 100 ribu meter persegi. Di Singapura sudah 1,2 juta meter pesegi dan Malaysia 800 ribu meter persegi. Adanya aturan tentang keharusan memiliki data center di Indonesia bagi perusahaan asing dan perbankan, menjadikan bisnis ini peluang yang tak bisa dilepaskan. "Apalagi pelanggan dari Multipolar itu kebanyakan dari perbankan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskannya, untuk tahap awal, Multipolar menyediakan dana sekitar USD 20 juta untuk membangun data center baru tersebut dimana konsep yang digunakan seperti rumah tumbuh. "Kita tambah kebutuhan sesuai pasar. Misal, genset tidak harus semuanya terpasang Rencananya pada 2014 nanti sudah beroperasi data center baru ini," paparnya.
Β 
Multipolar Technology sendiri tengah dalam proses menawarkan saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) untuk membidik dana segar sekitar Rp 159,37 miliar hingga Rp 187,5 miliar.

Anak usaha dari PT Multipolar Tbk itu juga memiliki tiga anak usaha yakni PT Visionet Internasional, PT Graha Teknologi Nusantara, dan PT Tecnoves International. Visionet memiliki anak usaha PT Artomoro Prima Internasional yang tengah mengembangkan bisnis mobile payment.

(rou/fyk)






Hide Ads