Sebagai penyedia platform, Intel melihat tren ledakan penggunaan data yang bertubi-tubi dalam jumlah besar -- atau yang dikenal dengan istilah Big Data saat ini -- sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus diantisipasi dari sekarang.
"Big Data sedang jadi perbincangan hangat di industri. Ini fenomena nyata yang tengah kita hadapi saat ini," kata Director Strategic Business Development Intel Indonesia Harry K. Nugraha, dalam seminar Big Data Trend 2nd Round: Infrastructure and Demand Challenges di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, tren Big Data saat ini bisa digambarkan dengan miliaran pengguna yang terhubung, baik di internet maupun perangkat telekomunikasi lainnya, dan saling berbagi data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lonjakan trafik ini, maka media penyimpanan alias storage capacity yang dibutuhkan untuk menampung data bisa melonjak 690% dalam tiga tahun ke depan di 2015.
"Apa yang kita lihat pertumbuhnya itu bukan dari jenis data terstruktur, tapi dari data tidak terstruktur seperti dari social data di Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya. Itu menjadi tantangan sekaligus peluang," ujar Harry.
Data yang tak terstruktur itu dinilai tak memiliki hirarki relasional dan tidak cocok dengan database tradisional. Data tidak terstruktur ini mencakup semua yang ada, mulai dari metadata foto Facebook (big web data) hingga pelacakan dari jutaan RFID di sektor retail (big sensed data).
"Menyimpan dan mengelola data sebesar ini yang menjadi tantangan utama. Masalah akan tetap ada, tapi jika kita mulai lakukan pembangunan, kita sudah lebih antisipatif untuk what's next-nya," kata dia.
Menurut Harry, pendorong utama bagi Intel di storage adalah faktor intelligence dan pergerakan ke penyimpanan terdistribusi. Tingkat pertumbuhan dari penyimpanan terdistribusi itu sangat impresif, jauh melebihi permintaan untuk teknologi IT terdahulu seperti NAS dan SAN.
"Cloud memimpin perubahan ini tapi lebih banyak di segmen enterprise. Saat melakukan analitik pada data yang sangat besar akan lebih baik jika memiliki kecerdasan yang melebihi data," pungkasnya.
(rou/rns)