Salah satu pabriknya yang berlokasi di Yantai, China terbukti mempekerjakan sejumlah anak magang berusia di bawah 16 tahun selama tiga minggu. Dikatakan Foxconn, pabriknya yang satu ini tidak berurusan dengan produk Apple.
"Ini tak hanya melanggar undang-undang buruh China, tetapi juga kebijakan Foxconn. Kami segera mengambil langkah untuk menindaklanjutinya,"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu lalu, organisasi buruh Fair Labor Association (FLA) melakukan investigasi ke sejumlah pabrik Foxconn, setelah muncul tudingan Apple -- sebagai salah satu klien terbesar Foxconn -- memperlakukan karyawan dengan buruk.
Sebelumnya, pabrik Foxconn pun sempat diwarnai insiden ledakan dan bunuh diri massal para pekerjanya. Diduga, para pekerja ini tidak tahan dengan kondisi lingkungan bekerja yang sangat buruk.
Foxconn sendiri, setelah dilakukan investigasi setuju untuk membenahi sejumlah kebijakannya dan meningkatkan taraf kesejahteraan karyawan.
(rns/ash)