Dalam cara Intel Apac Cloud Summit 2012 yang digelar di Conrad Hotel, Bangkok, Intel mengatakan bahwa di pasar berkembang dengan kondisi yang memungkinkan orang-orang membangun data center baru, infrastruktur baru, tanpa terkendala masalah hukum yang besar, mereka akan cenderung membangun infrastruktur yang paling efisien di mana cloud computing menjanjikan hal tersebut.
Hal itu diyakini juga bisa terjadi di Indonesia, di mana untuk urusan mobile computing, pertumbuhannya di negara kita sangat signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya pikir, di beberapa kasus di negara berkembang, cloud computing akan diadopsi," tambahnya.
Komputasi awan dijanjikan bisa menekan biaya infrastruktur TI. Tak hanya bagi perusahaan besar, teknologi komputasi awan ini diklaim juga bisa diterapkan oleh usaha kecil menengah (UKM).
"Bagi UKM dengan kebutuhan yang lebih sederhana, sebaiknya langsung berpindah ke public cloud karena akan lebih murah dibandingkan saat harus membangun infrastruktur TI sendiri," tambah Fedder lebih lanjut.
Biaya untuk cloud sendiri dikatakan Fedder bervariasi, tergantung dari banyak faktor. Adapun beberapa faktor yang dimaksud antara lain tentang berapa banyak orang yang ingin dilayani, apakah sang konsumen menginginkan infrastruktur sendiri atau mempercayakannya ke pihak lain.
Kemudian kebutuhan storage dan aplikasi yang diinginkan turut mempengaruhi ongkos yang harus digelontorkan guna mengadopsi teknologi ini.
(sha/ash)