CEO HTC Peter Chou mengakui adanya masalah dalam perusahaannya, yang menyebabkan strateginya di pasar smartphone tidak bekerja. Namun dia berharap keadaan seperti ini akan berangsur pulih.
Meski HTC One X dan One S terbilang cukup sukses dan mencuri perhatian, namun dua smartphone andalan tersebut tak sanggup mendongkrak performa HTC di tahun ini secara keseluruhan.
Laporan keuangan HTC pada kuartal kedua memperlihatkan adanya penurunan 26,8 persen dari periode yang sama di tahun lalu. Dan keadaan ini sepertinya belum akan membaik pada kuartal ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, pemerintah Taiwan kabarnya tengah mempertimbangkan untuk melakukan aksi bail-out untuk HTC guna menyelamatkan GDP (gross domestic product) negaranya.
Sebuah memo dari sang CEO Peter Chou menyebutkan, ia mengakui adanya kesalahan dalam internal perusahaan. Chou mengatakan, HTC segera harus bangkit agar cepat pulih.
Dalam memo yang pertama kali dilanir Wall Street Journal tersebut, Chou menyoroti sejumlah poin penting antara lain 'multiple area' yang perlu diperbaiki.
Chou juga menyatakan HTC mengalami masalah dalam mengeksekusi sejumlah strategi. "Kami setuju melakukan sesuatu, namun tidak melakukannya. Dengan kata lain eksekusi tersebut gagal," ujarnya.
Untuk memulihkan kondisi perusahaan, Chou meminta seluruh anak buahnya fokus pada brand HTC One dengan niat yang jelas dan tidak terjerat birokrasi. Chou yakin mereka yang diberi tanggung jawab mengenai ini lebih banyak bicara namun tanpa menghasilkan keputusan, arah strategis, atau sense of urgency.
"Saya harap kami bisa meningkatkan komunikasi di dalam perusahaan," ujarnya. Meski demikian, Chou menyatakan kondisi keuangan perusahaannya masih berjalan baik.
(rns/ash)