Penghargaan itu diterima Tokobagus setelah menjadi pilihan pertama para responden di delapan kota Indonesia, yaitu Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Pekanbaru.
Sampel dilakukan secara acak dengan melibatkan 400 orang responden di setiap kota. Total jumlah responden yang disurvei secara acak adalah 3250 orang, dan total jumlah booster responden adalah 850.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riset dari tim survei Top Brand bersama Frontier dan Majalah Marketing itu akhirnya memilih Tokobagus sebagai brand e-commerce atau online shop paling top tahun ini serta menyabet Top Brand Award 2012.
"Top Brand 2012 merupakan ajang bergengsi untuk pemberian sebuah award yang didasarkan atas survei dengan standar yang sangat kualitatif dan objektif. Ini jelas membuktikan bahwa Tokobagus.com memang secara kualitas adalah yang terbaik di kategorinya dan kami bangga atas prestasi ini. Semoga ke depan kami bisa lebih baik lagi," kata Ichwan Sitorus, PR Manager Tokobagus.com usai meraih piagam penghargaan Top Brand Award di Hotel Mulia, Jakarta.
Lebih lanjut Ichwan menjelaskan, sejak hijrah ke Jakarta awal 2011 lalu dari Bali, trafik Tokobagus.com terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan, bahkan kini sukses menguasai pasar untuk kegiatan shopping online di Indonesia.
"Salah satu kiat yang kami lakukan untuk meningkatkan layanan dan juga menarik user adalah dengan banyak melakukan pendekatan kepada masyarakat secara langsung, dari sanalah kita tampung kritik dan saran yang ada untuk selanjutnya kami olah dan kami aplikasikan dalam tampilan situs kita," terang Ichwan tentang kiat sukses Tokobagus.
Tokobagus yang didirikan oleh Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker ini berkembang sangat pesat dengan jumlah listing iklan mencapai jutaan dengan pengunjung mencapai 800 ribu hingga 1 juta setiap harinya.
"Belum lagi update iklan anyar setiap harinya yang mencapai 70 ribu hingga 100 ribuan iklan setiap harinya. Trafik yang tinggi membuat nilai transaksi antara seller dan buyer di Tokobagus.com juga meningkat. Tercatat rata-rata perbulan nilai transaksinya mencapai Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun sepanjang 2012 ini," papar Ichwan.
(rou/rou)