Persaingan yang semakin ketat membuat banyak perusahaan ICT menawarkan jasanya ke berbagai sektor. Bila selama ini sektor perbankan dianggap sukses dijajaki, PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) pun mencari tantangan baru di sektor migas.
Modal kepercayaan diri anak usaha Indosat ini adalah sukses menjadi market leader untuk solusi ICT di industri perbankan. Apalagi tidak semua provider ICT bisa sukses di industri perbankan.
"Solusi ICT di perbankan itu identik dengan mission critical applications, layanan 24x7, coverage dan tenaga ahli di belakangnya," tukas General Manager Data Communications Commerce Lintasarta Herry Waldi Wilmar, melalui rilis yang diterima detikINET, Sabtu (26/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry menjelaskan sektor migas membutuhkan network yang bisa men-deliver mission critical application dari lokasi hulu sampai ke hilir, seperti menginformasikan data 2D/3D seismic, peta topografi, komunikasi data, e-mail, voice, video conference hingga CCTV.
"Untuk urusan VSAT, Lintasarta telah mengelola lebih dari 11.000 remote VSAT di seluruh Indonesia. Dari mulai VSAT untuk kebutuhan ATM di sektor perbankan, Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan milik pemerintah, monitoring CCTV di perkebunan, hingga komunikasi onshore/offshore di sektor migas," promosinya.
Selain solusi yang bersifat jaringan maupun infrastruktur, kebutuhan Business Continuity Plan (BCP) bagi sektor migas pun dapat dipenuhi melalui solusi Lintasarta Data Center yang saat ini telah tersedia di 3 lokasi, yaitu Jakarta, Bandung & Jatiluhur. (eno/eno)