Saham raksasa jejaring sosial itu anjlok 11% dari harga penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Hal ini menyisakan dua respons investor, yaitu jual atau diam saja.
"Kami berharap banyak atas saham Facebook, hanya saja harganya tidak sesuai. Terlalu mahal," kata analis dari Morningstar, Rick Summer, dikutip dari Washington Post, Selasa (22/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, rentang harga itu pun naik menjadi US$ 34-38 per lembar. Pada perdagangan perdananya, Jumat pekan lalu, saham Facebook bergerak datar, hanya naik tipis 23 sen. Sahamnya mulai dilepas pada perdagangan sesi II.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, saham Facebook jatuh dan ditutup di US$ 34 per lembar, terkoreksi sekitar 11%. Sebelumnya, saham Facebook juga sempat jatuh lebih dari 13% sebelum penutupan.
"Orang yang harus merasa khawatir adalah mereka yang beli (saham Facebook) di hari Jumat," kata Summer.
Tidak salah jika investor kecewa atas penurunan saham Facebook itu. Hal ini juga menimbulkan spekulasi atas nilai wajar saham Facebook yang digembar-gemborkan bernilai tinggi.
(ang/ash)