Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
49% Ponsel Cerdas di ASEAN Dikuasai Android

49% Ponsel Cerdas di ASEAN Dikuasai Android


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

Ilustrasi (Inet)
Jakarta -

Penjualan ponsel cerdas di Asia Tenggara terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Dari banyak handset yang beredar, hampir sebagian adalah Android.

Menurut data Gfk Asia, penjualan Android kuartal I 2012 di negara Asia Tenggara mengalami kenaikan 15% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang saat ini menguasai 49% dari total penjualan ponsel cerdas.

Salah satu vendor yang paling banyak menyumbang penjualan ponsel Android adalah Samsung. Meski tidak disebutkan berapa market yang dikuasai oleh pabrikan asal Korea Selatan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara keseluruhan, di kawasan Asia Tenggara selama Q1 2012 ponsel cerdas sudah terjual sebanyak 7,7 juta unit yang mampu menghasilkan perputaran uang sebesar USD 2,4 miliar.

Kenaikan penjualan ponsel cerdas di kawasan ini, khususnya di 7 negara besar cukup siginifikan dan stabil. Dari semua negara di Asia Tenggara, Indonesia menunjukkan pertumbuhan penjualan yang paling potensial dan tertinggi.

"Penetrasi penjualan ponsel cerdas di Indonesia mencapai angka potensial hingga 62%," jelas analis Gerard Tan, yang dikutip dari detikINET dari The Next Web, Senin (30/4/2012).

Menurut Gfk, salah satu kunci kesuksesan dari Android adalah kemampuannya yang mampu menyasar semua segmen mulai dari atas sampai menengah ke bawah. Ini belum termasuk subsidi dari operator, agar ponsel mahal bisa terjangkau.

"Harga relatif stabil dari smartphone Android yang rata-rata sekitar USD 309 akan terus mendorong momentum pertumbuhan yang kuat di industri," kata Tan.

"Di Asia Tenggara di mana penetrasi smartphone masih jauh dari tingkat kejenuhan, kita dapat yakin bahwa lonjakan penjualan saat ini akan terus untuk setidaknya beberapa tahun mendatang," sebutnya.

Meskipun mungkin penjualan masih di bawah pasar seperti China, Jepang dan Korea, Asia Tenggara menyumbang sepersepuluh dari populasi dunia, dengan penduduk Indonesia sendiri adalah 240 juta.

Karena itu Tan percaya bahwa, dengan pasar smartphone di kawasan ini masih baru lahir, "Tidak ada tempat yang lebih baik untuk merek ponsel global untuk fokus penjualan dan upaya pemasaran," pungkasnya.

(eno/eno)





Hide Ads