Sejak versi beta situsnya meluncur tahun lalu di Indonesia, perkembangan layanan e-commerce Rakuten Belanja Online diklaim sangat baik. Jumlah consumer yang dilayani setiap harinya pun melebihi pengunjung mall.
"Perkembangannya sejujurnya melebihi ekspektasi saya, jauh lebih baik. Year on year growth-nya 400 persen. Di industri internet ke depannya pun itu masih bisa terjadi," kata Direktur Rakuten Belanja Online Reino R Barack, Senin (5/3/2012).
Berapa banyak consumer yang dilayani situs ini setiap harinya? Reino tidak menyebut angka pasti, namun dikatakannya bisa dua kali dari pengunjung mall besar. "Mall di kota-kota besar itu biasanya 20 ribu per hari. Bisa saya katakan kita sekitar dua kali lipat," yakinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tiga hal yang menjadi guideline kita secara garis besar. Yaitu 3L: Long page, Live, dan Long tail," bebernya.
Long page, yakni halaman yang panjang memungkinkan window shopper di mall online tetap merasakan pengalaman seperti berbelanja di dunia nyata. Reino yakin, halaman panjang diperlukan untuk menceritakan sebuah produk agar lebih menarik minat pembeli.
Hal kedua yakni Live, sesuai dengan sifat internet yang selalu online. Dengan demikian, ketika seorang penjual menjajakan produk baru dengan mengunggah fotonya, pada saat itu juga consumer bisa langsung melihatnya.
Yang terakhir Long tail, yakni pentingnya variasi produk baik yang populer maupun tidak sehingga memperpanjang keuntungan penjualan. Di Rakuten Belanja Online sendiri diakui Reino variasi produknya cukup berimbang.
Sejauh ini, Rakuten Belanja Online memiliki 216 mitra penjual dengan jenis barang yang dijual lebih dari 220 ribu. Angka ini tentunya diharapkan Reino bisa bertambah sebanyak-banyaknya.
(rns/ash)