Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ada Pabrik di Indonesia, Gerakan Tablet PC Nasional Bukan Impian

Ada Pabrik di Indonesia, Gerakan Tablet PC Nasional Bukan Impian


- detikInet

Jakarta - Jika Indonesia berhasil menjadi tuan rumah salah satu pabrik tablet PC, maka impian gerakan tablet PC nasional dinilai bisa lebih mudah direalisasikan. Bayangkan jika anak-anak SD di berbagai wilayah Indonesia menenteng komputer layar sentuh ke sekolah. Hmm... Apakah mungkin?

Menurut Didie W Soewondho, Wakil Ketua Bidang IT, Telekomunikasi, Penyiaran, Ristek Kadin Indonesia, hal itu bukanlah sekadar impian. Sebab, dengan adanya pabrik tablet PC dari investor asing yang kini masih dijajaki, maka Kadin berupaya untuk menggerakkan peluang untuk pembuatan tablet PC nasional.

"Hal ini sebetulnya sudah digagas dengan nama Sabak nasional. Sabak sendiri berasal dari sarana tulis-menulis yang terbuat dari semacam batu tipis yang dibingkai dengan kayu dengan grip sebagai alat tulisnya," jelas Didie kepada detikINET.

"Untuk itu, dengan pabrik yang dalam setahun bisa memproduksi 2 juta unit tablet PC, nantinya kita ingin arahkan untuk anak-anak SD yang jumlahnya 40 juta di seluruh Indonesia," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika terealisasi, tentu ini akan menjadi suatu terobosan bagi kemajuan pendidikan nasional. Di mana kemajuan ICT menjadi salah satu 'senjata' bagi anak-anak Tanah Air untuk memperdalam ilmunya sedari dini.

"Kita berharap biaya itu murah, untuk itu segala cost harus ditekan. Secara umum kita membandingkan kira-kira Rp 1 juta per unit. Ini bisa menandai era IT Indonesia untuk pendidikan. Jadi di tablet itu nanti anak-anak SD bisa mengerjakan PR dan tugas mereka, sedangkan guru bisa melakukan pelatihan," harapnya.

Lalu apakah nantinya tablet PC murah meriah itu akan dijual atau digratiskan oleh pemerintah? Didie menegaskan, hal itu tergantung kondisi ke depannya nanti.

"Yang pasti itu murah dan semua orang bisa membeli. Bisa juga memang dilakukan pembelian dari anggaran APBN/APBD, dan ini juga untuk menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan peningkatan pendidikan," tukasnya.

Pun demikian, fasilitas ini seyogyanya juga dapat diikuti oleh konten dan akses infrastruktur untuk menunjang perangkat tablet PC tersebut.

"Semisal konten pendidikan untuk para siswa serta akses internet di wilayah pedesaan yang kini sedang digalakkan Kementerian Kominfo," pungkasnya.

Sebelumnya, Indonesia dilirik investor dari China dan Taiwan yang ingin memindahkan pabrik tablet PC-nya ke Indonesia.

Jika rencana ini terealisasi, pabrik tersebut diperkirakan akan memproduksi sekitar 2 juta unit tablet PC per tahun dengan nilai investasi di rentang USD 30-40 juta.

"Yang pasti mereka mengaku sangat tertarik. Statusnya sekarang menyiapkan feasibility study, dari situ akan keluar rencana projected financial," kata Didie.

Sabak Elektronik

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) bersama Telkom mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK) melalui konsep integrasi Device, Network, Application & Content (DNA).

Sebagai permulaan, Telkom pun menyerahkan seperangkat komputer tablet berikut konektivitas dan platform-nya sebagai bentuk dukungan terhadap proyek yang dinamakan Sabak Ministry of Education (SabakMoE) ini.

"Program ini merupakan pemikiran strategis Mendiknas bahwa standarisasi pendidikan dan penyebarluasan pendidikan hanya bisa ditempuh dengan penggunaan TIK pendidikan. Itu sebabnya Telkom mengembangkan sistem pembelajaran elektronik berbasis SabakMoE ini," ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia.

Lewat program ini, Kemendiknas dan Telkom akan mengembangkan tablet PC sebagai alat bantu proses pembelajaran bagi siswa yang terintegrasi dengan Learning Management System (LMS), yang berfungsi juga sebagai perangkat akses konten sumber belajar multimedia dan interaktif, perangkat akses ke sistem informasi pembelajaran, jadwal, silabus, kurikulum, tugas, penilaian, hasil penilaian, pelaporan hasil belajar, perangkat untuk berkomunikasi dan berkolaborasi.

SabakMoe bisa dikatakan sebagai alat akses Portal Rumah Belajar sebagai media pembelajaran interaktif siswa (Lembar Kerja Siswa) dan sebagai catatan portofolio siswa.

Keunggulan dari perangkat ini mampu mencari informasi dan menjadi media kolaborasi antar siswa maupun antar siswa dengan komunitas lainnya, dapat digunakan menyimpan ribuan buku elektronik (e-book) pelajaran maupun pengayaan siswa serta aplikasi belajar.

Selain itu, SabakMoE juga memberikan kemudahan bagi sekolah, dinas dan kementerian, di antaranya dalam menerapkan TIK di dunia pendidikan, memperbaiki indeks penerapan TIK Indonesia di dunia, alat bantu pemerataan kualitas pengajaran, menuju penjaminan standar mutu pendidikan, memudahkan sistem laporan dan evaluasi, transparansi dan akuntabilitas proses pembelajaran.


(ash/fyk)







Hide Ads