Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tirai Bambu Ingin Hapus Cap Penjiplak 'Made in China'

Tirai Bambu Ingin Hapus Cap Penjiplak 'Made in China'


- detikInet

Beijing, China - China menjadi pendaftar paten nomor satu di dunia selama 2011, mengalahkan Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Negeri Tirai Bambu ini gencar menambah rekam jejak hak properti intelektualnya terutama dalam urusan teknologi.

Negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia ini tampaknya ingin mengubah citra pasar 'made in China' yang kerap diidentikkan dengan penjiplak menjadi 'designed in China'.

Hal ini seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Kamis (22/12/2011), salah satunya terlihat dari upaya pemerintah China yang mendorong lahirnya berbagai inovasi di berbagai sektor, termasuk otomotif, farmasi dan tentu saja teknologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, ahli hukum berpendapat China perlu berupaya keras sebelum bisa memimpin dunia untuk urusan inovasi. Yang terpenting adalah, meningkatkan kualitas dari beragam paten yang didaftarkan tersebut.

Paten aplikasi yang dirilis lembaga hak paten China meningkat setiap tahunnya rata-rata 16,7 persen dari 171 ribu di 2006 hingga 314 ribu di 2010. Sayangnya laporan ini tidak menyebutkan secara jelas jumlah paten yang telah didaftarkan China saat ini.

Diperkirakan, total paten yang didaftarkan dan dipublikasikan China pada 2015 akan mencapai 500 ribu, mengalahkan AS 400 ribu dan Jepang di angka 300 ribu.

Dari total paten yang didaftarkan di China, persentase aplikasi lokal meningkat hampir 73 persen di 2010 dari 52 persen di 2006. Dalam skala global, berdasarkan data dari World Intellectual Property Office, beberapa perusahaan besar asal China posisinya terus merangkak.

ZTE misalnya, di 2010 pembuat perlengkapan telekomunikasi nomor dua di China ini berada di urutan kedua atau hanya tertinggal sedikit dari Panasonic Corp asal Jepang. Pembuat chip Qualcomm asal AS berada di urutan ketiga dan lagi-lagi perusahaan asal China Huawei menempati urutan keempat.

(rns/ash)







Hide Ads