Menurut hasil survei yang dimiliki Hitachi Data Systems(HDS), pertumbuhan data menjadi salah satu tantangan terbesar perusahaan. Sistem TI tidak bisa memenuhi dua kebutuhan bisnis, yakni manajemen yang lebih baik dalam menangani pertumbuhan data dan kemampuan menggali informasi secara lebih mendalam dari data.
Namun faktanya, sekitar 50% dari perusahaan-perusahaan berskala besar di Asia Pasifik yang ikut dalam survei ini tidak mengantisipasi atau merencanakan datangnya data berukuran raksasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei tersebut dipublikasikan dalam white paper IDC yang disponsori HDS berjudul 'The Changing Face of Storage: A Rethink of Strategy that Goes Beyond the Data'. Adapun pengerjaannya dilakukan sejak Agustus hingga September 2011 yang melibatkan 150 eksekutif TI dari perusahaan berskala besar di Asia Pasifik.
"Hasil survei regional ini mengungkapkan adanya berbagai jenjang kematangan dan pemahaman manajemen storage. Tantangan dalam memastikan relevansi data dan mengelola pertumbuhan data -- yang masuk dalam daftar lima masalah utama -- jelas menunjukkan bahwa langkah mengantisipasi tren 'big data' masih baru dan belum banyak yang melakukannya," kata Simon Piff, Associate Vice President, Asia Pacific Enterprise Infrastructure Research, IDC.
Kevin Eggleston, Senior Vice President & General Manager, Hitachi Data Systems Asia Pacific menambahkan, HDS yakin bahwa data dan informasi harus disimpan, diatur dan dikelola untuk memperoleh wawasan baru dan mendukung inovasi sehingga mampu mendorong nilai strategis dan daya saing.
"Dengan mengadopsi teknologi terkini seperti layanan awan, perusahaan tidak hanya bisa mengelola pertumbuhan data, tetapi juga mengumpulkan dan saling menghubungkan data untuk menciptakan informasi yang berguna," kata Eggleston.
"Strategi tiga lapis kami yang terdiri dari awan infrastruktur, awan konten dan awan informasi memanfaatkan infrastruktur dinamis yang memungkinkan aliran konten untuk mendapatkan wawasan dan nilai lebih dari data yang disimpan, secara lebih cepat dan lebih canggih," imbuhnya, dalam keterangan yang dikutip detikINET, Jumat (18/11/2011).
(ash/eno)