"56 persen organisasi menginginkan desktop virtualization," kata Managing Director, Collaboration Sales, Asia Pacific & Japan Dinesh Malkani. Hal ini diungkapkan Dinesh dalam acara Cisco APJC Partner Led Network Event di Hotel Shangri-La, Singapura, Kamis (17/11/2011).
Tingginya minat pada virtual desktop bukan tanpa alasan. Teknologi ini dapat menghemat biaya karena usia penggunaan desktop bisa lebih lama. Desktop virtual juga dinilai lebih irit listrik dibandingkan komputer biasa. "Biaya untuk client devices juga lebih kecil," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinesh mengatakan Cisco telah menyiapkan berbagai produk dan teknologi virtual desktop. Menurutnya, teknologi Cisco dalam virtual desktop memungkinkan pekerja dalam suatu perusahaan untuk meningkatkan kolaborasinya.
"Virtual desktop yang dikembangkan Cisco memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi melalui video, suara, instant messaging (IM) atau mengadakan conference," katanya.
Dinesh menjelaskan, teknologi video sudah banyak digunakan di perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kantor di berbagai negara untuk berkomunikasi. Hal ini dilakukan karena lebih hemat dibanding harus datang ke negara tertentu untuk mengadakan pertemuan.
"Tantangan ke depan adalah bagaimana komunikasi melalui video ini bisa dilakukan dengan berbagai alat komunikasi seperti iPhone, iPad atau perangkat-perangkat lainnya dan Cisco telah memiliki teknologi ini," katanya.
(nal/rns)