Canon Inc adalah pabrikan besar pertama yang melakukan langkah tersebut. Selain karena banjir Thailand yang menyebabkan produksi pabrik terhenti, pemotongan ini juga dilakukan karena penguatan mata uang Yen.
Perkiraan penjualan tahunan yang dipangkas Canon ialah sebesar 50 miliar Yen atau USD 657 juta. Pun juga dengan perkiraan profitnya ikut diturunkan sebesar 5%, sehingga dari 380 milar Yen menjadi 360 miliar Yen atau USD 4,7.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nikon, yang mengalami dampak terbesar malah sudah menutup pabriknya di Ayutthaya. Pabrik yang memproduksi kamera jenis interchangeable lens ini sudah ditutup sejak 6 Oktober lalu, pun juga dengan pabrik Sony.
Sedangkan untuk Canon sendiri ia mengalami hambatan di supplier piranti dan kini pihaknya sedang mencoba mendapatkannya dari supllier lain.
Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (26/10/2011), Canon juga terpaksa menutup pabrikan printer inkjetnya di Thailand dan berharap bisa mengalihkan produksinya di pabrik lain.
(sha/rns)