Sebagian besar responden menyebutkan bahwa perusahaan memperkenankan karyawan untuk menggunakan smartphone pilihan mereka sendiri untuk aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan. Sementara, jumlah responden yang menyebutkan bahwa perusahaan menyediakan smartphone untuk mereka dan yang menyatakan membeli sendiri smartphone mereka, persentasenya hampir sama, yakni 44 persen dan 43 persen.
Survei juga menemukan bahwa di saat pengguna menyadari bahwa mereka mendapatkan kepuasan dan produktivitas ketika mereka diperkenankan menggunakan smartphone pilihan mereka di kantor, mereka tidak benar- benar memahami secara penuh besarnya ancaman keamanan yang dihasilkan. Bahkan, 78 persen responden mengira bahwa dengan memperkenankan karyawan menggunakan smartphone pilihan mereka tidak memiliki dampak atau hanya berdampak kecil terhadap penurunan tingkat keamanan jaringan dan informasi perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enkripsikan data di perangkat mobile β Informasi terkait bisnis dan bahkan informasi pribadi yang disimpan di perangkat mobile seringkali merupakan informasi sensitif. Mengenkripsi data ini merupakan hal yang wajib. Jika perangkat hilang dan kartu SIM-nya dicuri, pencuri tidak akan bisa mengakses data jika teknologi enkripsi yang tepat dipasang di perangkat tersebut.
Pastikan seluruh software tetap up-to-date β Perangkat mobile harus diperlakukan sama seperti PC dan seluruh software di dalamnya harus tetap dijaga agar selalu up-to-date, khususnya software keamanan. Ini akan melindungi perangkat itu dari virus dan malware varian baru yang mengancam informasi kritis perusahaan.
Buat dan terapkan kebijakan keamanan ketat untuk penggunaan perangkat mobile β Sebagai tambahan terhadap enkripsi dan update pengamanan, sangatlah penting bagi perusahaan untuk menerapkan manajemen password dan kebijakan download aplikasi bagi para manajer dan karyawan. Menggunakan password yang kuat akan membantu melindungi data yang disimpan di dalam ponsel jika perangkat itu hilang atau diretas.
Hindari membuka pesan teks yang tidak diharapkan dari pengirim yang tidak dikenal β Sama seperti email, penyerang bisa menggunakan pesan teks untuk menyebarkan malware, jebakan phising dan ancaman lain terhadap pengguna perangkat mobile. Tingkat kehati-hatian yang sama harus diterapkan saat membuka pesan teks yang tidak diinginkan seperti yang biasa dilakukan pengguna saat membuka email.
Klik dengan hati-hati β Sama seperti PC, beraktivitas di jejaring sosial lewat perangkat mobile dan laptop harus dilakukan dengan hati-hati. Pengguna tidak boleh membuka link yang tidak jelas, berbicara dengan orang yang tidak diketahui, atau mengunjungi situs yang tidak dikenal. Tidak banyak yang perlu dilakukan untuk menipu pengguna agar perangkatnya bisa dilumpuhkan dan informasi di dalamnya bisa dicuri.
Pengguna perlu mengetahui lingkungan sekitar saat mengakses informasi sensitif β Apakah memasukkan password ataupun melihat data sensitif atau rahasia, pengguna harus berhati-hati terhadap orang yang kemungkinan sedang mengintai di belakangnya.
Ketahui apa yang perlu dilakukan ketika perangkat hilang atau dicuri β Jika terjadi kehilangan atau dicuri, karyawan dan manajemen harus mengetahui apa yang harus dilakukan setelah itu. Proses untuk mendeaktivasi perangkat dan melindungi informasi dari pencurian harus dilakukan. Produk untuk melakukan otomatisasi proses seperti itu juga sudah tersedia, memungkinkan usaha kecil bernafas lega jika insiden seperti ini terjadi.
![]() | Tentang Penulis: Darric Hor adalah General Manager, Indonesia & Philippines, Symantec |
