Di satu sisi, Google memang mengklaim pembelian Motorola dilakukan lebih karena ingin mendapatkan berbagai paten terkait mobile. Ini sebagai amunisi perang paten dan hak cipta yang sedang dihadapi Android melawan Apple, Microsoft dan juga Oracle.
Tapi di sisi lain, bukan tidak mungkin muncul sentimen negatif dari produsen handset berbasis Android lainnya. Saat ini, tiga besar pembuat ponsel Android dunia adalah, berturut-turut: HTC, Motorola dan Samsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, kondisi yang tidak pasti ini justru menguntungkan produsen seperti Nokia dan RIM yang relatif sudah stabil dengan platform dan lini produk masing-masing.
Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (16/8/2011), saham Nokia di Amerika Serikat naik 17 persen pasca kabar akuisisi Google terhadap Motorola. Sedangkan RIM mendapati kenaikan 3,7 persen pada sahamnya.
Faktor lain yang menaikkan saham Nokia konon termasuk rumor bahwa perusahaan asal Finlandia itu akan segera 'menyusul' Motorola. Maksudnya, akan ada pihak lain yang membeli Nokia dalam waktu dekat.
Sedangkan bagi Apple, yang berjaya dengan iPhone dan iPad-nya, akuisisi ini belum akan berdampak besar. Justru kemungkinan Apple akan makin mantap menanggalkan produk Google -- seperti Maps atau Search -- dari gadget mereka.
Microsoft pun demikian, belum jelas apakah akuisisi Google atas Motorola akan membangkitkan minat para produsen ponsel pada sistem operasi Windows Phone 7 yang dibesut raksasa piranti lunak tersebut.
(wsh/wsh)