Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (26/7/2011), jumlah karyawan RIM terus menggelembung sejak tahun 2006 untuk mengimbangi perkembangan pasar. Namun penjualan BlackBerry akhir-akhir ini terus tertekan oleh Android dan Apple.
Performa pasar tablet BlackBerry PlayBook juga dinilai tidak sesuai harapan. Pada laporan terakhirnya, PlayBook terjual 500 ribu unit. Kala itu, CEO RIM Jim Balsillie mengakui penjualan PlayBook ini tidak seperti yang direncanakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurangnya produk-produk inovatif dari RIM mungkin membuat penggemar kehilangan peminat. RIM memang coba melakukan terobosan dengan handset gaya baru seperti BlackBerry Storm dan Torch, namun dianggap kurang mampu jadi pesaing solid terhadap iPhone ataupun Android.
Untuk memperkuat diri, RIM telah membeli platform QNX. OS yang saat ini dipakai di tablet PlayBook itu dijanjikan akan hadir pula untuk handset BlackBerry. Namun sampai saat ini, belum ada satupun handset yang diumumkan akan memakai QNX.
Memang, produk-produk baru RIM terus tertunda kehadirannya. Bagaimana penerimaan pasar terhadap produk baru itu nantinya dinilai lebih penting bagi kesuksesan RIM di masa depan ketimbang langkah PHK saat ini.
"Kuncinya adalah kapan produk mereka diluncurkan dan seperti apa penerimaannya dan yang paling penting, kapan handset QNX akan datang. Kami kira jawabannya belum ada sekarang," ucap Peter Misek, analis di Jefferies & Co.
(fyk/ash)