"Kami memiliki solusi TI yang berbasis kepada komunitas. Jadi, setiap kebutuhan dari komunitas UKM dan Koperasi bisa dipenuhi dengan sumber daya yang dimiliki Telkom," ungkap EGM Telkom DBS, Slamet Riyadi di Jakarta, Jumat (27/5/2011).
Beberapa solusi TI yang ditawarkan Telkom DBS kepada pengusaha UKM tersebut adalah e-Toko, e-Koperasi, e-Sekolah, e-Apotik, e-Radio, e-Puskesmas, e-Campus (SIA), dan e-Bengkel. "Kami membagi segmen usaha ini berbasis manufaktur, services, dan trading," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Saat ini kami memiliki 155 ribu pelanggan dari kalangan UKM, koperasi, dan BPR ini. Kami menargetkan tahun 2011 ini dari penyediaan solusi TI untuk segmen usaha tersebut bisa memasukkan omzet sekitar Rp 2,3 triliun," ungkapnya.
Menurutnya, pasar solusi TI untuk segmen usaha skala kecil dan menengah lumayan besar. Diperkirakan dalam kurun waktu empat tahun ke depan akan tumbuh 60,3% menjadi Rp 18,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan per tahun 12,83% dari nilai Rp 11,6 triliun sejak 2010 lalu.
"UKM punya prospek bisnis yang sangat cerah jika semakin banyak yang mengimplementasikan solusi TI dengan tepat. Dengan solusi yang ditawarkan Telkom, kami perkirakan nilai bisnis TI dari kalangan UKM dan koperasi tahun 2011 ini sudah bisa tumbuh 10,9% menjadi Rp 12,87 triliun," ungkapnya.
Masih menurut Slamet, pemicu dari besarnya nilai bisnis itu karena komunitas usaha yang melek TI sedang tumbuh dan membutuhkan solusi serta mobilitas untuk menunjang kelancaran bisnis.
"Pasar ini belum ada yang diseriusi oleh pemain lokal. Telkom sebagai operator kelas dunia ingin melayani segmen ini melalui divisi DBS, tidak hanya untuk memberikan solusi TI, tetapi membantu masyarakat memberdayakan ekonominya," jelasnya.
DBS sendiri mulai dibentuk tahun lalu khusus oleh Telkom untuk melayani pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen pengusaha UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan TI yang tepat, sehingga TI bisa menjadi business enabler.
Berdasarkan catatan di situs Kementerian Koperasi hingga Juni 2009 lalu, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit dengan permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri Rp 27,27 triliun dan modal luar Rp 36,25 triliun dengan nilai volume usaha Rp 55,26 triliun.
Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu juga mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku UKM baru pada 2010 ini. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010 sekitar Rp 17,541 triliun untuk 2,4 juta debitur.
Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan SME adalah pada bidang jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%). SME ditengarai memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 54%.
(rou/rou)