Seperti disebutkan dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (6/12/2010), Vena diharapkan bisa meminimalisir kegagalan akibat kesalahan manusia.
Zeus Kerravala, peniliti dan Senior Vice President Yankee Group, mengatakan bahwa kesalahan manusia menyumbang 37 persen dalam kegagalan jaringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vena disebutkan menyediakan tools yang lebih sederhana dalam pengelolaan jaringan. Selain itu, Vena dikatakan bisa memudahkan proses konfigurasi dan pengaturan kebijakan.
"Arsitektur ini sungguh-sungguh berpusat pada manusia," sesumbar Ujjal Bajaj, Data Solutions Leader, Avaya Asia Pacific.
Menurut Bajaj, arsitektur ini akan memudahkan CIO dan manajer TI di sebuah perusahaan untuk cepat menyediakan aplikasi baru dalam jaringan.
Untuk melancarkan kemampuannya, Avaya membangun Vena dengan standar terbuka. Selain itu, Avaya menjalin kerjasama dengan perusahaan seperti VMWare, QLogic, Coraid dan lainnya dalam Avaya DevConnect.
Hal itu diharapkan bisa mewujudkan sebuah ekosistem teknologi yang mendukung Vena. Pada gilirannya, hal ini juga diyakini bisa memberikan pilihan yang lebih luas bagi perusahaan yang berminat menerapkannya.
Vena saat ini sudah didukung oleh Avaya Virtual Services Platform 9000 (Avaya VSP 9000) serta Avaya Ethernet Routing Switch 8600 dan 8800. Selain itu serangkaian produk baru yang mendukung Vena juga akan hadir di 2011.
(wsh/wsh)