Nama Cindy dan Chyntia (C&C) sendiri belum keras terdengar di kancah industri aplikasi enterprise. Perusahaan yang hanya mempekerjaan 20 orang karyawan itu harus bersaing ketat dengan vendor besar dari berbagai negara seperti Amerika atau pun Malaysia.
Nah, agar bisa terus mengepakkan sayapnya, C&C memiliki jurus jitu yang konon sulit ditiru oleh vendor lain dari negara asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strategi yang digunakan oleh C&C terbilang cukup manjur. Contoh kasus ketika mereka harus bersaing dengan perusahaan sejenis asal Malaysia, Falco, yang kini menjadi rekanan mereka di Indonesia.
"Falco biasanya menawarkan produk sejenis pada kisaran harga USD 7000, tapi harga yang ditawarkan oleh C&C jauh lebih murah. Karena itu kami memutuskan untuk bekerjasama di Indonesia," ujar Ari Wirantoko, Country Manager Falco pada kesempatan yang sama.
Untuk membidik pasar enterprise C&C mengandalkan salah satu produknya VMan yakni aplikasi visitor management yang berfungsi untuk mencatat seluruh tamu di sebuah perusahaan. Boleh dibilang inilah pengganti buku tamu yang selama ini digunakan.
Berbeda dengan perusahaan asing yang mematok harga hingga ratusan juta rupiah untuk produk sejenis, C&C hanya membanderol VMan senilai Rp 25 juta untuk tiap titik yang ingin digunakan oleh perusahaan. (eno/wsh)