Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Strategi Jitu Perusahaan TI Lokal Hadapi Persaingan

Strategi Jitu Perusahaan TI Lokal Hadapi Persaingan


- detikInet

Jakarta - Berkompetisi dengan perusahaan asing yang lebih besar merupakan masalah serius bagi industri lokal untuk terus tumbuh. Diperlukan strategi khusus untuk dapat terus bersaing, seperti yang dilakukan salah satu pembuat software dalam negeri, C&C.

Nama Cindy dan Chyntia (C&C) sendiri belum keras terdengar di kancah industri aplikasi enterprise. Perusahaan yang hanya mempekerjaan 20 orang karyawan itu harus bersaing ketat dengan vendor besar dari berbagai negara seperti Amerika atau pun Malaysia.

Nah, agar bisa terus mengepakkan sayapnya, C&C memiliki jurus jitu yang konon sulit ditiru oleh vendor lain dari negara asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pasang harga jauh lebih murah, bisa sampai 30 persen dari perusahaan asing. Dan produk kami bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya," jelas Widiyantono, Managing Director C&C di Restaurant Ayam Goreng Suharti, Kamis (25/11/2010).

Strategi yang digunakan oleh C&C terbilang cukup manjur. Contoh kasus ketika mereka harus bersaing dengan perusahaan sejenis asal Malaysia, Falco, yang kini menjadi rekanan mereka di Indonesia.

"Falco biasanya menawarkan produk sejenis pada kisaran harga USD 7000, tapi harga yang ditawarkan oleh C&C jauh lebih murah. Karena itu kami memutuskan untuk bekerjasama di Indonesia," ujar Ari Wirantoko, Country Manager Falco pada kesempatan yang sama.

Untuk membidik pasar enterprise C&C mengandalkan salah satu produknya VMan yakni aplikasi visitor management yang berfungsi untuk mencatat seluruh tamu di sebuah perusahaan. Boleh dibilang inilah pengganti buku tamu yang selama ini digunakan.

Berbeda dengan perusahaan asing yang mematok harga hingga ratusan juta rupiah untuk produk sejenis, C&C hanya membanderol VMan senilai Rp 25 juta untuk tiap titik yang ingin digunakan oleh perusahaan. (eno/wsh)






Hide Ads