Demikian hasil survei Cisco bertajuk Cisco Connected World Report. Dari seluruh responden, 60 persen karyawan mengatakan percaya tidak perlu pergi ke kantor untuk melakukan rutinitas mereka.
Kemajuan teknologi serta perangkat digital lain dikatakan telah memungkinkan pengguna untuk bekerja di mana saja, apakah itu di rumah atau di cafe. Salah satu teknologi yang disebut-sebut adalah dengan telepresence.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, salah satunya lingkungan. Berada di luar kantor seperti di rumah atau tempat lainnya, terkadang bisa meningkatkan kinerja," ujar Lauren Ventura, Senior Director Marketting, Asia Pasicic, Cisco ketika melakukan telepresence kepada sejumlah wartawan di kantor Cisco Indonesia, Wisma Arkadia, Jakarta, Selasa (26/10/2010).
Pendapat Lauren tersebut diperkuat dengan hasil survey di India yang menunjukan bahwa, 90 persen responden berpendapat mereka tidak perlu ke kantor untuk menjadi produktif. Hasil serupa juga didapat oleh korespoden asal China dan Brazil.
Lantas bagaimana di Indonesia?
"Untuk Indonesia, sistem kerja yang demikian sepertinya belum bisa diterapkan, karena masih banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja konvensional," ujar Arthur Siahaan, Director Sytem Engineering Cisco Indonesia, dalam kesempatan yang sama.
Pun demikian bukan berarti tenaga kerja di Indonesia tidak bisa mencicipi hal tersebut, beberapa perusahaan TI sudah menerapkan sistem yang dianggap bisa meringankan biaya operasional tersebut.
"Di Cisco Indonesia kami sudah lama menerapkan hal tersebut. Kami bisa meeting di mana saja dan kapan saja selama terkoneksi dengan internet," tandas Arthur.
(wsh/wsh)